Gereja KIBAID Jemaat Kendari mengucapkan, Selamat Datang di Blog ini dan Terima Kasih atas Kunjungan Anda, Tuhan Yesus Memberkati...

Sabtu, 11 April 2020

Renungan Paskah 12 April 2020 (Ibadah di Rumah)

Salam Sejahtra bagi kita semua,  selamat pagi kepada seluruh jemaat yang ada dirumah dan selamat merayakan paskah, walau tidak seperti biasanya kita berkumpul, berbagi kasih dalam jamuan bersama, karena kondisi, namun saya percaya bahwa ini tidak akan mengurangi sukacita, semangat  kita bersama dalam merayakan hari kemenangan  karena Yesus Bangkit mengalahkan Maut.

Kebangkitan-Nya Memberi Pengharapan 
(1 Korintus 15:1- 22)
Esensi Injil adalah kematian dan kebangkitan Kristus. Jika Kristus tidak dibangkitkan dari kematian, maka iman kita menjadi sia-sia dan Injil bukanlah kabar baik. Kematian dan kebangkitan Kristus tidak bisa dipisahkan, baik secara historical maupun teologikal. Signifikansi peristiwa yang penting ini untuk mencapai tujuan penyelamatan Allah  (Roma 4:25  Yaitu Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita).
Kebangkitan Kristus merupakan peristiwa factual, Sesuai tuntutan rasionalitas ilmiah, dimana  Firman Tuhan mendokumentasi pembuktian rasional kebangkitan Kristus dengan terpercaya. Peristiwa kebangkitan terverifikasi melalui kesaksian orang-orang yang dapat dipercaya dengan bukti otentik yang menyertai seperti dalam 1 Korintus 15:6 Seseudah itu Ia menampakkan diriNya kpd lebih dari lima ratus  saudara sekaligus kebanyakan dariu mereka masih hidup sampai sekarang tetapi beberapa diantaranya telah meninggal  (Cf. Mat 28:9; Mark 16:7-9, 13-13; Luk 24:1, 13-35; Yoh 20:11-29; ; ). 
Fondasi Kekristenan terletak pada kematian dan kebangkitan Kristus. Kebangkitan Kristus menjadi suatu momen kemenangan Kristus dalam mengalahkan maut sekaligus menjadi bukti keilahian Kristus. Orang-orang hebat di masa lalu, sebutlah Abraham, Daniel, dll  mereka luar biasa tapi sejarah hanya mencatat bahwa mereka pernah hidup dan mati, tapi Kristus bukan hanya hidup dan mati tapi Ia bangkit kembali.
Karena itu Seberapa signifikannya Paskah itu bagi iman Kristen? Bagaimana dampak Paskah bagi kehidupan orang Kristen? Rasul Paulus berkata,  "Tetapi andai kata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu."  1 Korintus 15:14 Inilah inti iman Kristen dan Injil . Dari sini, kita belajar bahwa Kristus benar-benar bangkit dan kebangkitan-Nya bukan hanya sekadar peristiwa historis, tetapi peristiwa yang begitu signifikan yang  memberikan pengharapan.
Apakah pengharapan di balik kebangkitan Kristus? Mari kita pelajari beberapa hal.

   I.  
Memberi Pembaharuan Hidup  (ayat 9-11).
 Paulus menjelaskan bahwa Injil itu berisi kematian dan kebangkitan Kristus. Tetapi itu tidak cukup sampai di situ, kebangkitan-Nya memberi pengharapan akan adanya perubahan  hidup yang ia alami (ayat 9-11). Perubahan atau pembaharuan hidup apa yang dialami ?
Paulus dahulu bernama Saulus yang berkobar-kobar  menganiaya  umat Tuhan sebagaimana dijelaskan dalam (Kis. 9:1-2), tetapi ketika Tuhan Yesus menampakkan diriNya di jalan menuju Damsyik (Kis.9:3-9), jalan hidupnya berubah dari seorang penganiaya jemaa Tuhan berubah menjadi pemberita Injil yang sangat setia sampai akhir hidupnya.  seorang Saulus berubah menjadi Paulus yang telah diselamatkan.  Inilah salah satu perubahan yang ia alami oleh paulus.
Bagaimana dengan kita?, perubahan atau pembaharuan apa yang kita alami? Biarlah kebangkitan Kristus yang kita rayakan pada tahun ini walaupu ibadah dirumah masing-masing tetapi bukan menjadi suatu perayaan rutinitas,  dan biarlah ini membawa signifikansi penting, yaitu kita benar-benar percaya kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita secara pribadi.
Sebagaimana anugerah Tuhan menyentuh dan melawat hidup Paulus dan mengubah hidup Paulus dari seorang pendosa menjadi seorang yang diselamatkan, maka biarlah kebangkitan-Nya ini juga melawat dan menyentuh hati dan pikiran kita, sehingga anugerah-Nya pun dapat kita alami.

           
Jemaat yang diberkati Tuhan
Setelah Paulus mengalamai pembaharuan hidup, ia tidak berpangku tangan, melainkan  semakin bekerja keras sebagaimana yang dijelaskan dalam ay at 10 “.Tetapi karena kasih karunia  Allah  aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku   tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua;   tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku Paulus setelah diselamatkan, dia makin giat memberitakan Injil dan melayani Allah. Lebih uniknya, meskipun  dia makin giat bekerja keras demi Allah, dia tetap menyadari bahwa itu adalah anugerah Allah, dan bukan kehebatan dirinya sendiri. 
Dari Paulus, kita belajar bahwa setelah diselamatkan, kita harus semakin giat bekerja keras melayani Allah dan memberitakan Injil. Ke mana saja kita diutus oleh-Nya, marilah kita tetap setia pada panggilan-Nya untuk memberitakan Injil dengan terus terus bersandar dan setia pada panggilan dari Tuhan, meskipun itu sulit.  Mengapa kita bisa terus setia meskipun harus mengalami kesulitan? Karena ada anugerah Allah menyertai dan memimpin kita.
Dengan demikian, orang Kristen yang telah mengalami anugerah kebangkitan Kristus adalah orang yang justru semakin giat melayani Tuhan dan memberitakan Injil sambil tetap mengakui bahwa itu semua semata-mata merupakan anugerah Allah bagi kita  

    II.  Memberi pengharapan akan  kepastian iman (ayat 14, 17).
Pengharapan akan perubahan hidup tidak bisa ada jika tanpa pengharapan akan kepastian iman. Oleh karena itu, Paulus menegur jemaat Korintus di mana pada waktu itu ada jemaat yang tidak mempercayai kebangkitan Kristus dengan alasan orang yang mati tidak bisa hidup lagi.   Kepada mereka yang tidak percaya, Paulus menegur dan menguatkan mereka, bahwa Kristus sungguh-sungguh hidup dan bangkit. Jika Kristus tidak bangkit, Paulus mengatakan sia-sialah pemberitaan Injil yang dia sampaikan dan sia-sialah juga kepercayaan mereka.  
Dengan kata lain, bahwa kebangkitan Kristus adalah inti Injil sejati dan iman Kristen.  Berita sukacita yang terkandung di dalam kebangkitan Kristus  yaitu, Kristus bangkit dan memberikan kepastian iman. Kepastian Iman seperti apa yang dimaksudkan:

      1.
Adanya Jaminan keselamatan.  
Dalam ayat 19, Paulus mengemukakan bahwa jika kita hanya menaruh pengharapan pada Kristus yang mati dan tidak bangkit, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia. Mengapa?  Karena sama seperti semua pendiri agama, filsafat, etika, kebudayaan, dll, mereka semua mati dan para pengikutnya tidak mendapatkan kepastian pengharapan. Para penganut agama dengan susah payah berbuat baik supaya dia dapat “diselamatkan”, mengapa?
Karena para pendiri agama mereka tidak dapat menyelamatkan mereka. Tetapi puji Tuhan, Kristus bukan hanya mati, tetapi Ia bangkit membuktikan Dia telah menang mengalahkan kuasa dosa, iblis dan maut, serta memberikan keselamatan dan pengharapan kepastian iman bahwa di dalam Kristus sajalah, ada jalan dan kebenaran dan hidup (Yoh. 14:6)
Kebangkitan-Nya juga menjamin bahwa ketika kita diselamatkan, kita pasti selama-lamanya diselamatkan sampai pada kesudahannya (Yoh. 6:40, 44), mengapa?   Karena Dia yang memulai keselamatan, Dia pula lah yang menggenapkannya. Kristus yang telah bangkit menjamin keselamatan dan kemenangan kita terus-menerus melawan kuasa Iblis. Terpujilah Tuhan!

       2. Adanya Jamian  kebangkitan tubuh.
Selain adanya jaminan kepastian keselamatan, kita juga memiliki kepastian kebangkitan tubuh yang merupakan bagian dari iman Kristen di kekekalan nanti. Hal ini dijelaskan pada ayat 16, di mana Paulus menyinggung sedikit tentang kebangkitan orang mati.
Kebangkitan  Kristus menjamin bahwa akan ada kebangkitan orang mati. Lalu, bagian ini diuraikan secara jelas di ayat 35-58 tentang natur kebangkitan tubuh. Di ayat 36, Paulus mengajarkan bahwa kebangkitan tubuh berkaitan dengan kematian fisik. Artinya, sesuatu tidak akan tumbuh atau hidup jika ia tidak mati terlebih dahulu. Dengan demikian, tubuh kita akan dibangkitkan setelah tubuh kita yang bersifat jasmaniah ini dimatikan atau diubahkan.
Kalau kita perhatikan dalam  ayat 42,Paulus mengemukakan bahwa tubuh kita adalah tubuh yang akan binasa, sedangkan tubuh kemuliaan kita nantinya tidak lagi binasa, melainkan bersifat kekal.  FirmanNya berkata  Hai maut, di manakah sengatmu?" Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat. Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.” (1 Kor. 15:55-57)  
Adakah pengharapan yang paling agung dan mulia yang dapat kita jumpai dan alami selain pengharapan di dalam Kristus dan kebangkitan-Nya?   Pasti tidak ada ,karena itu,  biarkanlah Roh Kudus bekerja di hati kita dan membuka hati dan pikiran kita untuk menerima Kristus yang telah mati dan bangkit sebagai satu-satunya Tuhan, Juruselamat, Raja dan Pemilik hidup kita  secara pribadi.
Ingatlah, jika Kristus tidak bangkit, maka kita akan terus hidup dalam dosa dan tidak dapat diselamatkan. Tetapi puji Tuhan, Kristus bangkit, itu membuktikan iman dan pengharapan kita tidak lah sia-sia.  Kebangkitan-Nya memberikan kuasa kepada kita melalui Roh Kudus bahwa kita sanggup mengalahkan kuasa dosa, iblis dan maut, karena Ia telah mengalahkan segala kuasa bagi umat pilihan-Nya (1 Kor. 15:25-27), supaya kita menjadi hamba-Nya yang setia.  Pilihan kita menentukan kepada siapakah kita menaruh iman dan pengharapan kita !
Essensi kebangkitan Kristus ini memberikan kepada kita satu pengharapan.  kepastian dan jaminan dan pengharapan ini tidak bisa digeser di dalam sejarah. Dunia boleh mencoba membalik-balikkan fakta tetapi Alkitab mengatakan essensi kebangkitan membuat seluruh usaha itu gugur. Pengharapan kekristenan tidak bergantung pada semua hal yang terjadi di dunia ini.
Tetapi Pengharapan Kristen didirikan di atas kemenangan Kristus yang bangkit dari kematian dan itulah satu-satunya pengharapan yang sudah mengalahkan semua kemungkinan dari ketidakmutlakan yang ada di dunia ini. Fakta kebangkitan Kristus ini menjadikan kita pasti di tengah-tengah ketidakpastian di dalam dunia.
Dunia ini tidak memiliki harapan tetapi hanya Kristus yang bangkitlah harapan satu-satunya. Hanya kembali kepada Kristus kita akan memiliki pengharapan yang pasti. Tuhan memberkati kita derngan FirmanNya. Amin, Tuhan Memberkati...
Selamat Merayakan Paskah Tahun 2020, 
Hari Kebangkitan Tuhan Yesus Mengalahkan Maut

Minggu, 05 April 2020

Renungan Minggu, 5 April 2020 (Ibadah di Rumah)


Shalom jemaat Tuhan yang saya kasihi didalam Tuhan Yesus Kristus.
Selamat  hari minggu dan selamat memasuki peringatan minggu sengsara Yesus Kristus. Kita patut bersyukur kepadaNya karena hanya oleh AnugerahNya kita masih diberi kesempatan untuk beribadah bersama-sama pada hari ini, meskipun tidak di Gedung Gereja kita, tetapi dalam Iman kita yakin bahwa RohNya mempersatukan kita.  Dia Allah yang Maha Hadir, kita yakin Dia ada dalam ibadah kita di rumah masing-masing. terpujilah Tuhan kita. Diawal minggu sengsara ini, mari kita untuk belajar kebenaran FirmanNya tentang awal Paskah itu mulai dilakukan. mari kita membuka

Tema  : ARTI PENTING PASKAH (Keluaran 12:1-14)



         Setiap tahun kita merayakan paskah antara akhir Maret sampai awal bulan april. mungkin kita pernah bertanya-tanya, mengapa paskah tidak pernah sama persis tanggal dan bulannya, tidak seperti perayaan Natal, yang pasti diperingati setiap tanggal 25 desember.

Sedikit saya menjelaskan kepada jemaat sekalian bahwa jatuhnya perayaan Paskah ditentukan berdasarkan perhitungan peredaran bulan dan matahari. menurut sejarahnya,  peristiwa Yesus disalibkan bersamaan waktunya dengan perayaan paskah orang Yahudi yang jatuh pada saat bulan purnama disaat panjang malam dan panjang siang sama di musim semi. mereka merayakan paskah setiap tanggal 14 bulan Nisan  kalender Ibrani (Kel 12:18) . kalender ini dibuat berdasarkan peredaran matahari dan bulan.
Berdasarkan ini, bapa-bapa Gereja melakukan pertemuan kira-kira tahun 324 yang memutuskan bahwa perayaan paskah seharusnya dilaksanakan pada setiap minggu  pertama setelah bulan purnama pertama yang muncul setelah ekuinoks vernal (fenomena ketika matahari melintas tepat diatas katulistiwa) yang menandakan perubahan musim dingin ke musim semi, dalam penanggalan kita setelah tanggal 21 Maret hingga 25 april.
Bagi orang Yahudi PASKAH adalah hari raya Besar yang wajib untuk dirayakan setiap tahun.  sejak keluar dari Mesir orang Yahudi rutin setiap tahun mereka merayakan paskah sesuai yang diperintahkan Tuhan kepada mereka, bahwa turun temurun, setiap tahun  setiap tanggal 14 bulan Nisan, dirayakan selama 8 hari.  Dan Orang Yahudi sangat taat merayakan Paskah, mereka menyembelih seekor domba pada petang hari itu dan selama seminggu kedepan mereka makan roti yang tidak beragi, sehingga hari-hari itu disebut juga hari raya roti tidak beragi. 
Demikian secara turun temurun mereka Taat merayakan paskah. terjadi perubahan setelah mereka memiliki bait suci, yaitu domba paskah mereka sembelih di bait suci lalu dibawa pulang ke rumah untuk dimakan sesuai tata cara yang telah ditetapkan.  Sampai pada masa Tuhan Yesus, kita tahu bersama bahwa Yesuspun makan paskah dengan murid-muridNya, dan disinilah Yesus memberi makna baru tentang paskah itu.

Bapak dan ibu, saudara-saudara kekasih Tuhan.... dari ketaatan umat Allah dalam Perjanjian lama kita melihat bahwa ada makna atau arti penting dari perayaan paskah itu sehingga wajib untuk dilakukan.  Benar bahwa perayaan paskah kita tidak lagi seperti orang yahudi dalam perjanjian Lama, sebagai orang Kristen makna paskah itu adalah perayaan akan Kasih Yang Agung dari Allah, yang dikerjakan oleh Yesus Kristus dengan  mati dan bangkit dari antara orang mati. 
Pertanyaannya bagi kita saat ini adalah apa arti penting Paskah itu bagi kita secara pribadi, keluarga dan jemaat? Inilah yang akan kita lihat pada hari ini. supaya kita semua yang akan merayakan paskah pada  minggu kedepan ini, betul-betul ada makna penting yang akan membawa kehidupan rohani kita semakin kuat.

I.   Paskah Adalah Spirit Pembebasan (KEL.12:21-23)

Dalam pembacaan ini, kita melihat kisah Paskah yang pertama kali diadakan oleh umat Allah. Paskah ini adalah perintah dari Allah melalui Musa dan Harun. Ini adalah kisah tentang penyelamatan Allah, yang membebaskan umatNya dari mesir.  kita tahu bahwa Raja Firaun menyiksa umat Allah karena mereka semakin banyak berkembang biak dengan sangat pesat di mesir,   mereka di perlakukan dengan keras yaitu dengan kerja rodi, beban kerja mereka sangat besar, tidak sebanding dengan tenaga yang mereka , seperti yang tertulis dalam keluaran 1:10-14).
Selain itu bidan-bidan diperintahkan untuk membunuh setiap anak laki-laki yang lahir. betapa beratnya beban mereka, pahitnya hidup yang harus mereka jalani hari demi hari.  Sampai pada hari dimana Tuhan menjawab teriak pilu umatNya melalui Musa yang Ia utus untuk membebaskan umatNya. Sembilan jenis tulah yang silih berganti tidak membuat Firaun kapok.. tidak membuat Firaun membebaskan umat Allah. 
Disinilah Allah memerintahkan umatNya untuk merayakan paskah. Dalam keadaan yang mencemaskan dan menakutkan mereka diperintahkan :  empat belas hari mereka tidak boleh keluar rumah (Lock Down : istilah sekarang) dan dihari terakhir itulah domba paskah yang sudah mereka persiapkan, mereka sembelih, darah domba itu dibubuhkan pada ambang pintu rumah mereka, karena malam itu Tuhan akan berjalan menulahi dengan kematian. Ia akan masuk ke setiap rumah yang tidak ada tanda darah pada ambang pintu rumahnya. Demikianlah terjadi malam itu, Tuhan menulahi setiap rumah yang tanpa tanda darah dengan kematian anak sulung.
Paskah adalah karya pembebasan umat Allah lewat adanya korban  atau darah domba. Kehidupan tidak akan ada tanpa darah,  tangis dukacita karena tulah ke 10 tidak menimpa umat Allah. Darah domba telah memberikan kehidupan bagi mereka. Dari hal ini kita belajar bahwa arti penting paskah bagi kita sekarang ini adalah Spirit pembebasan.  Kita tidak lagi harus menyembelih hewan tetapi Yesus kristus yang adalah Anak Domba Allah yang mati di salib, darahNya yang tercurah adalah darah penebusan bagi manusia,  Ia telah membebaskan kita dari perhambaan dosa dan maut, seperti yang tertulis dalam Ibrani 2:15 “Dengan jalan demikian IA membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut”.  Yesus telah mengalahkan kuasa dosa dan mengubah maut menjadi kehidupan. syukur kepada Allah.

Karena  itu, kita semua harus memiliki spirit pembebasan, karena Yesus telah membebaskan kita dari perhambaan dosa dan maut. kita semua harus hidup didalam spirit itu. dengan cara kita selalu berani berkata TIDAK terhadap segala DOSA. Sampai hari ini Iblis masih terus menggoda kita agar kita masih hidup dalam dosa, seolah-olah kita tidak bisa lepas.... padahal sesungguhnya setiap orang yg percaya kepada Yesus diberi kuasa untuk memenangkan setiap perjuangan melawan tipu muslihat iblis.   
Sampai hari ini masih adakah Dosa yang mengikat kita? masih adakah dosa yang bagi kita sangat menyenangkan? marilah... Paskah kita tahun ini menjadi spirit pembebasan bagi kita. agar kita semua semakin serupa dengan kristus, hidup menyenangkan Dia sepanjang hidup ini. Ingatlah bahwa kesemptan yang Tuhan beri itu TERBATAS, inilah kesempatan kita untuk bebaskan diri dari segala tipu muslihat Iblis.

II.    Paskah Adalah Spirit Hidup Baru (Kel. 12:8-11)

Tercatat disini bahwa mereka makan paskah dengan cara : dagingnya dipanggang, dimakan sampai habis malam itu juga, kalau tidak habis harus dibakar. mereka harus makan dengan roti yang tidak beragi dan sayur pahit. (wah...kalau kita pikir2..apa enaknya yaaa??) kemudiaan waktu makan pinggang harus berikat, memakai kasut, memegang tombak, dan makan buru-buru...(.tambah tidak enak  sekali).  Apa artinya ini?

saudara yang diberkati Tuhan,  menu paskah ini : Anak domba yang tidak dipotong-potong, tidak ada yang dibuang biar isi perutnya, adalah simbol Yesus yang adalah Anak domba Allah yang mati dikayu salib tanpa ada tulangNya yang patah, sayur pahit  ini adalah simbol dari kepahitan yang mereka alami di mesir, dan Roti yang tidak beragi adalah simbol kehidupan baru. dimana ragi adalah simbol dosa yang berkembang dalam hidup manusia, yang membuat manusia “ENAK” dalam dosa. dengan merekan makan roti yang tidak beragi, yang tentu rasanya kerasa dan hambar menggambarkan betapa kerasnya hidup kita dan tidak enaknya hidup kita kalau kita mau hidup dalam kebenaran, ini menujukkan bahwa perjalanan yang akan mereka lalui, atau babak baru kehidupan mereka bukanlah jalan yang meng”enak”kan, bukanlah jalan mulus tanpa pergumulan, mereka harus menjaga kesucian hidup sebagai umat Allah. 

Saudara sekalian, Menjalani hidup baru dengan Tuhan, bukanlah perkara mudah, terkadang kita hanya mau senang, hanya mau bahagia, tetapi firman Tuhan tidak pernah menjanjikan kita untuk berjalan tanpa pergumulan. Paskah yang kita rayakan ini seharusnya memberi kita spirit  hidup baru. seperti apa kita menjalani kehidupan baru didalam Kristus? saudara... kita harus pikul salib kita, kita harus berjuang melawan keinginan daging, tetapi Yesus yang telah menyelamatkan kita adalah Allah yang  IMANUEL, Dia berjanji selalu menyertai kita, Kuasa kemenangan Kristus sanggup menolong kita untuk melewati perjalanan meninggalkan MESIR.  Mesir adalah simbol keduniawian, lambang kehidupan didalam perhambaan dosa. apakah yang menjadi MESIR bagi kita? (mari kita jawab di hati kita masing-masing). Kemanakah umat Allah akan pergi ??? ke tanah kanaan! untuk apa?? Untuk beribadah kepada Tuhan Allah mereka.  demikianlah juga kita dibebaskan dari maut untuk kita beribadah kepada Tuhan. jadi alasan Tuhan menenbus kita adalah supaya kita menjadi penyembah Tuhan yang benar, karena itu kita harus jauuuuhhhhhh dari MESIR (Baca:keduniawian). Marilah kita memiliki semangat/spirit untuk berjalan dijalan yang semakin jauh dari Mesir.... sekalipun jalan itu adalah padang gurun yang penuh tantangan, tetapi penuh bahkan limpah dengan mujizat.
Kebenaran  ini sama yang disimbolkan dari kostum yang mereka gunakan..... SIAP untuk berangkat, perlengkapan semua siap untuk meninggalkan Mesir. jadi jemaat sekalian....marilah bersemangat, tidak ada keraguan untuk melangkah dalam jalan Tuhan. ini spirit, ini roh yang harus menyala-nyala dalam diri kita.

III.Paskah Membawa Spirit Peduli Keluarga (Kel. 12:3 “tiap-tiap rumah tangga” ; ayat 26)

Paskah yang pertama diadakah didalam setiap keluarga umat ALLah.  tertulis dengan jelas dalam pembacaan kita bahwa “tiap-tiap rumah tangga” harus menyediakan menu paskah, dan dikatakan dalam ayat 26 “kalau anak-anakmu bertanya “apakah artinya ibadahmu ini?” maka haruslah dijelaskan kepada mereka. jadi disini paskah itu membawa spirit kepedulian terhadap rumah tangga-rumah tangga, kepedulian terhadap anak-anak.
Jadi anak-anak juga harus mengerti dan memahami tentang karya kasih Tuhan kepada manusia.  dan selanjutnya dalam perayaan-perayaan paskah orang Israel itu ada ritual-ritual yang wajib untuk dilakukan terhadap anak-anak, jadi selain menu paskah, juga pada saat makan, kepala keluarga atau orang tua harus menyampaikan atau menceritakan kisah-kisah masa lampau yaitu tentang tokoh-tokoh penting seperti Abraham, Ishak, Yakub dan tentang riwayat hidup mereka di mesir, perjalanan padang gurun, kegagalan-kegagalan nenek moyang mereka, itu semua harus disampaikan kepada anak-anak mereka.
Bapak dan ibu sekalian..... paskah seharusnya membuat kita kembali kepada kepedulian terhadap anak dan cucu kita.  Supaya generasi yang ada dibawah kita  mengenal juga akan karya penebusan didalam Yesus Kristus. mereka menjadi anak-anak Tuhan, yang percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat satu-satunya.
Hal yang lain yang saya ingin kita pahami adalah bahwa dalam ritual mereka adalah makan bersama.  apa yang terjadi dengan generasi kita?? banyak anak-anak yang sudah tidak nyaman makan bareng orang tua, saat makanpun semua masih sibuk dengan handphonenya. komunikasi tidak ada.  para pakar keluarga,  sekarang ini  terus menghimbau supaya ada waktu makan bersama dengan keluarga. kita orang Kristen mari melihat dalam perayaan paskah yahudi, sehingga paskah yang kita peringati juga dari tahun ke tahun membawa kita menjadi keluarga yang akrab, yang hangat, yang penuh dengan kasih.
Menurut tradisi, Ritual lainnya adalah “bermain sembunyi roti”. kalau sekarang anak-anak biasanya main sembunyi telur.  sehari sebelum malam paskah, orang tua menyembunyikan keping-keping roti di rumah mereka, dan malam itu anak-anak akan mencari roti tersebut, kalau mereka dapat akan langsung diberikan hadiah. disini kita melihat bahwa paskah bagi orang yahudi adalah malam yang sangat akrab bagi seluruh anggota  keluarga.  kembali kepada kita yang hidup dizaman yang sekarang ini begitu sibuk, paskah seharusnya mengingatkan orang tua untuk selalu membuat keluarga penuh dengan kegembiraan, penuh dengan kasih mesra, dengan senyum sukacita.
Tahun ini karena adanya virus Korona, membuat kita banyak waktu berkumpul dengan anak-anak.... jangan sampai kita menjadi orang tua yang menakutkan bagi anak-anak. katanya mama, papa lebih kejam daripada guru di sekolah? di media sosial, kita menonton video orang tua yang kejam terhadap anak-anaknya.  
Paskah harus membawa spirit kepedulian kasih sayang kepada anak-anak. Tuhan memberkati kita dengan FirmanNya. selamat memasuki perayaan minggu sengsara. Amin.


Sabtu, 28 Maret 2020

Renungan Minggu, 29 Maret 2020 (Ibadah di Rumah)


UJIAN IMAN
(Yakobus 1:2-8)


Saudara yang dikasihi Tuhan, hari ini kita akan belajar firman Tuhan dengan sebuah thema: Ujian Iman. Melihat kondisi yang sedang terjadi yang kita alami sekarang ini akan menjadi sebuah perenungan kepada kita bagaimana kita menghadapi dan itu sebagai salah satu ujian iman yang kita jalani.
Sekarang kita masuk dalam masa- masa akhir zaman di mana iman setiap orang percaya di uji dan dimurnikan, mengapa?? Yakobus menekankan: anggaplah suatu kebahagiaan apabila kamu jatuh kedalam berbagai pencobaan.
Ujian yang dimaksudkan Yakobus ialah penderitaan seperti kemiskinan, sakit penyakit, penganiayaan, tekanan emosi, tekanan sosial, dll. Hal ini semua kita tidak inginkan tetapi Yakobus menekankan anggaplah sebagai sebuah kebahagiaan, seakan- akan Yakobus menyuruh kita berbahagia/ bersukacita dalam ujian iman. Surat Yakobus ini lebih bersifat praktis daripada teologis yang menunjukkan betapa pentingnya iman yang nyata dalam perbuatan.

Kata pencobaan menunjukkan kepada penganiayaan dan kesulitan yang akan datang dari dunia atau dari iblis.

Marilah kita belajar tentang bagaimana kita bertahan dalam menghadapi ujian iman. 

I.     Ujian Iman Kita Sedang Dibentuk Oleh Allah

 Kata dibentuk memiliki makna, kita sedang diproses dalam iman, karakter, sesuai dengan rancangan Allah.

Contoh/ Ilustrasi: Yusuf selama 13 tahun mengalami berbagai macam ujian, ditolak, dibenci, direndahkan, difitnah, dilupakan, dibuang tetapi Yusuf lulus dari semua itu, Mengapa? Karena Allah melihat kualitas iman yang luar biasa yang di alami Yusuf, sehingga Allah mempercayakan hal- hal yang luar biasa kepadanya.
  • Lewat ujian iman merupakan kesempatan emas untuk kita belajar memahami kehendak Allah.
  • Lewat ujian iman yang kita alami, membuktikan kasih setia kita kepada Tuhan.
  • Pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat, karena kita tetap tekun beriman sampai akhirnya.
  • Setiap orang yang memiliki iman percaya kepada kristus, ia tidak akan takut atas ujian    pencobaan karena di dasarkan pada ketekunan iman percaya.
  • Pencobaan pasti akan kita alami dan akan diperhadapkan kepada kita setiap orang percaya. Tetapi melalui itu Tuhan akan peduli kita sudah memberikan diri kita dibentuk oleh Allah.
  • Percayalah bahwa semakin tinggi tingkat kerohanian seseorang, semakin berat ujian akan dihadapi.
  • Semua cobaan yang datang, tidak datang begitu saja, tetapi seiring dengan Tuhan untuk membentuk kita dan membawa kita kepada kesempurnaan.
II.  Orang Percaya Akan Menghadapi Dengan Sukacita

 Anggaplah suatu kebahagiaan apabila kamu jatuh kedalam pencobaan. Bagaimana kita bersukacita dalam hal yang tidak kita senangi? Seperti sakit penyakit, kekurangan, penderitaan, dll. Seakan- akan Yakobus mengatakan bersukacitalah dalam pencobaan itu.

Pengujian akan melambangkan iman yang tabah, iman yang mantap dan iman yang penuh pengharapan akan menhasilkan ketekunanan.

Roma 5:3- 5: “Kita bermegah dalam kesengsaraan kita, kesengsaraan menimbulkan ketekunan, ketekunan menimbulkan tahan uji, tahan uji menimbulkan pengharapan yang tidak mengecewakan.”

Iman kita hanya mendapat kedewasaan penuh apabila kita diperhadapkan dengan tantangan- tantangan yang kita alami. Kadang pencobaan menimpa karena Allah mau menguji kesungguhan iman kita kepada-Nya. Saat kita menghadapi ujian iman ada berkat Allah yang tersembunyi di balik ujian itu.

Kesukaran, penderitaan yang kita alami adalah cara Allah membentuk kita untuk bertumbuh secara sempurnah. Kesempurnaan yang dimaksudkan bukan berarti tidak pernah bersalah tetapi yang dimaksudkan adalah kedewasaan rohani. Kita bisa bertumbuh apabila kita melewati ujian iman yang menghasilkan ketekunan untuk memperoleh buah yang matang supaya kita menjadi sempurnah.

Kesimpulan: Ayat 12, berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.

Renungan Minggu, 22 Maret 2020 (Ibadah di Rumah)

PERHATIKANLAH KEADAAN
(Lukas 21:29-33)

Sejak zaman dahulu, manusia sangat pandai dalam mengamati sesuatu, melihat tanda-tanda dari bintang, bulan, tumbuh-tumbuhan, dan mahluk hidup lainnya. Misalnya, Menurut orang-orang tua dulu, kalau ada kucing duduk membelakangi api sambil mengusap-usap kepalanya dengan kaki depannya yang dibasahi dengan mulutnya,... mereka mengatakan ini pertanda cuaca akan buruk.
Ada lagi... kalau burung gagak terbang berputar-putar diatas sarangnya.... itu pertanda hujan. Yang lain lagi.... kalau di malam hari bulan terang bersinar, pendapat mereka esok cuaca akan cerah....
Bahkan sampai hari ini, mereka yang tinggal di kaki gunung berapi, mereka bisa membaca keadaan kapan gunung api itu akan erupsi. Saat mereka melihat binatang-binatang hutan seperti monyet keluar dari gunung dan berkeliaran di kaki gunung...masyarakat siap-siap untuk mengungsi.
Kalau dalam Alkitab, kita menemukan orang majus yang mengetahui kelahiran sang RAJA (Yesus Kristus) dengan memperhatikan bintang yang tampak di angkasa. Manusia pandai untuk memberikan pendapat tentang apa yang akan terjadi lewat tanda-tanda yang terjadi di alam ini.
Tuhan Yesus banyak kali memakai berbagai perumpamaan supaya pendengarNya bisa mengerti apa yang Ia ajarkan. Dalam bacaan ini YESUS hendak memberitahukan sesuatu kepada muridNya dengan perumpamaan pohon Ara yang adalah pohon umum di israel, mereka mengenal pohon Ara dengan daun-daunnya yang selalu hijau tempat berteduh,  buahnya yang harus selalu ada disegala musim....  Yesus berkata PERHATIKANLAH pohon Ara atau pohon apa saja..... kalau pohon-pohon itu telah bertugas, kamu tahu bahwa musim panas sudah dekat. Mendengar ini, tentu saja yang mendengar ini akan menjawab...YA kami tahu itu!. 

Saudara-saudara yang kekasih dalam nama Tuhan Yesus, Apa makna perumpamaan ini kepada kita hari ini?

I.     PERHATIKANLAH tanda-tanda zaman
              Kita semua tahu bahwa dunia ini akan berakhir, tetapi TUHAN telah mempersiapkan bumi yang baru bagi kita. Karya YESUS KRISTUS di kayu salib telah membuka jalan bagi manusia untuk sampai ketempat itu. Sebelum dunia ini berakhir Yesus memmberitahukan tanda-tanda bahwa dunia ini akan berakhir. 
       Saudara yang kekasih dalam Yesus .... perumpamaan pohon Ara ini disampaikan ditengah-tengah pengajaran YESUS tentang tanda-tanda kedatanganNya (baca ayat 25-26). Tanda-tanda yang ada dalam ayat ini adalah kelanjutan dari ayat-ayat sebelumnya, mari kita lihat dalam ayat 7-12. Apa saja tanda-tanda itu? Mesias palsu, peperangan, pemberontakan, gempa bumi, kelaparan bahkan PENYAKIT SAMPAR. Sekarang ini kita sedang menghadapi pandemi COVID 19 atau virus Korona. Bahkan di tahun2 berlalu ada begitu banyak virus yang menakutkan bagi manusia.
 
Saudara yang dikasihi TUHAN.... PERHATIKANLAH keadaan, hal-hal yang kita alami ini semuanya terjadi atas kendali dan izin TUHAN. Dalam kitab wahyu pasal 5 dijelaskan disana bahwa hanya ANAK DOMBA yang layak membuka gulungan-gulungan kitab yang termeterai. Rasul yohanes sampai menangis karena tidak ada seorangpun yang bisa membuka gulungan kitab itu. Lalu...ada suara dari seorang tua-tua disana....datang kepada Yohanes : jangan engkau menangis, sesungguhnya Singa dari suku Yehuda yaitu Tunas Daud telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu. Apa artinya??
Ini berarti bahwa Tuhan Yesus Kristus yang pegang kendali, yang punya kuasa atas perjalanan sejarah dunia. Bukan hanya Corona, tetapi segala hal yang disebut bencana, misalnya tsunami, gunung meletus, gempa bumi....  bahwa semua itu terjadi ada didalam kendali Yesus Kristus.

Saudara yang kekasih.... tidak lama lagi kita akan merayakan paskah.... mengenang karya YESUS KRISTUS diatas salib. Yesus telah menang atas maut, kepadaNya segala kuasa diberikan dan segala sesuatu tunduk dibawah kakiNya.  Berbahagialah kita yang ada didalam YESUS KRISTUS karena kita adalah milik sang penguasa alam semesta. Dia akan datang kembali menjemput kita.
   
II. PERHATIKANLAH Tidak ada angkatan yang bebas dari masaalah. Ayat 32.
            Ketika membaca sepintas, mungkin kita akan berkata, ini untuk orang zaman itu saja, benarkah demikian? Jika benar mengapa sampai hari ini kejahatan semakin merajalela? Mengapa bencana beruntun terjadi? Mengapa ada lagi virus baru?..... kita perlu pahami bahwa yang YESUS katakan *angkatan ini* dalam pembacaan ini menunjuk pada waktu yang tidak dibatasi sampai satu masa kehidupan. Jadi yang dimaksud adalah: murid-murid yang mendengar Yesus saat itu, kedua adalah orang-orang yang kemudian hari menyaksikan bagaimana Yerusalem dihancurkan dan juga ini berbicara tentang semua orang disepanjang abad. Itulah sebabnya kita membaca dalam sejarah dunia ini tidak ada angkatan yang tidak mengalami bencana.... kita tahu cerita  "RA'BA BIANG"  DI tana toraja.... kisah gunung KARAKATAU...dan kisah-kisah yang lain DI dunia ini.  Perhatikanlah..bahwa tidak ada angkatan yang tidak mengalami masaalah2 yang sulit dalam kehidupan ini.
    Mengapa terjadi demikian? Karena TUHAN mau disetiap angkatan, disetiap generasi mereka mengenal jalan kelepasan, mengenal penyelamat yaitu YESUS KRISTUS.  Ini adalah bahasa TUHAN untuk manusia mencari dan mendengar panggilan Ilahi untuk bertobat.
Saudara yang kekasih dalam nama Tuhan Yesus.....didunia ini tidak ada seorang manusia pun yang bebas dari masaalah. Termasuk orang Kristen yang percaya kepada YESUS. Mengapa? Sejak manusia jatuh kedalam dosa, TUHAN menetapkan semua mahkluk takluk kepada kesia-siaan(roma 8:20) takluk pada maut, mengalami kerusakan fisik, karena itulah kita harus berkhidmat menghadapi masaalah.  tetapi bagi orang percaya maut bukanlah hukuman lagi (roma 8:1; 1 tes 5:9). Jadi tidak ada yg kebal. Kalau atas kehendak Tuhan ada orang kristen yang mati karena bencana, itu bukan hukuman, itu krn kita manusia yang sama dgn manusia lainnya, sama2 takluk kepada maut dan itu adalah cara TUHAN memanggil dia.

Kalau begitu bagaimana sikap org kristen ketika menghadapi masaalah? Kembali ke bagian firman ini, perhatikanlah keadaan, untuk apa? Supaya kita tetap beriman dengan sungguh. Kita harus bijak, berhikmat, memiliki kesabaran, teguhkan pengharapan bahwa kematian adalah awal kehidupan yang baru bersama dengan Tuhan.

    Pada saat kita sengsara...ingatlah sengsara Yesus... setiap hari kedepan ini marilah kita baca dan renungkan kembali tentang sengsara Yesus. Maka kita akan semakin kuat dan siap menghadapi apapun yang terjadi.
  
III. PPERHATIKANLAH FIRMAN TUHAN  (ayat 33)
  Langit dan bumi akan berlalu, tetapi Firman Allah tidak akan berlalu. Harus menjadi komitmen bagi kita untuk selalu memegang firman TUHAN. Ayat ini mengajarkan kepada kita agar kita tetap berdiri diatas FIRMAN ALLAH. Mengajarkan kepada kita untuk menghidupi FIRMAN ALLAH dengan setia. Serta meyakini bahwa hanya FIRMAN ALLAH satu-satunya yang tidak berubah. Jadi perhatikan FIRMAN ALLAH dan perhatikan juga sekelilingmu...perhatikan keadaanmu, karena segala sesuatu yang ada DI dunia ini tidak ada yang tetap, semua akan berlalu, jangan hatimu terpikat kepada harta, kepada keinginan-keinginanmu, tidak akan ada yang abadi. Perhatikanlah firman TUHAN,  marilah taat kepada FIRMAN TUHAN.
   PERHATIKANLAH FIRMAN ALLAH... Maka kita akan mengalami kuasa perlindungan yang asalnya Dari ALLAH saja. Ketika dunia sedang bergelora,  FirmanNya berkata "Tuhan adalah benteng perlindungan yang kokoh, tempat teraman bagimu. Seperti kata pemazmur "hanya dekat ALLAH saja aku tenang dari padaNyalah keselamatanku, hanya Dia gunung batuku, kota bentengku, aku tidak akan goyah selama-lamanya. Bagaimana ini bisa terjadi? Ketika engkau memperhatikan firmanNya maka Ia akan memberikan hikmat kepadamu untuk berjalan didunia ini.
    Kiranya kita semua dikuatkan oleh firman TUHAN hari ini. Perhatikanlah keadaan dan peganglah firman TUHAN. Amin