MEMILIKI KIRBAT YANG SELALU BARU
Matius 5:36-38
Dalam
pembacaan ini, Tuhan Yesus menyampaikan dua perumpamaan, yang pertama, perumpamaan tentang baju yang
baru dan yang kedua adalah tentang Kntong kulit yang baru. Kedua perumpamaan
ini berhubungan dengan dirinya sebagai memepelai laki-laki bagi jemaatNya.
Untuk menggambarkan kebersamaanNya dengan murid-murid. Bahwa kebersamaan atau
persektuan itu disimbolkan seperti hubungan mempelai laki-laki dan mempelai
perempuan.
Kedua perumpaman ini, adalah dua
hal yang harus ada dalam upacara perkawinan orang yahudi. Pakaian baru wajib
dikenakan oleh mempelai perempuan, demikian juga anggur yang baru segar dan
berkualitas harus tersedia. Yesus menggunakan bahasa kiasan bahwa tidak mungkin
pengantin perempuan menggunting baju yang baru dan menambal pada baju yang tua.
Dalam pesta perkawinan di Kana, pemipin pesta berkata, mengapa anggur yang
terbaik disuguhkan belakangan? Kita tahu mengapa sampai itu terjadi? Karena
Yesus mengubah air biasa menjadi anggur.
Apa arti dari pakaian baru? Dalam
wahyu 16:15 , disana dijelaskan bahwa pakaian baru itu adalah
perbuatan-perbuatan baik yang harus kita kenakan pada diri kita sebagai
anak-anak Tuhan. Adapun arti dari kantong kulit yang baru Adalah Hati kita
anak-anak Tuhan. Kita harus memiliki hati yang baru. Dan kita percaya bahwa
pembaharuan hati kita terjadi oleh kuasa Atau karya Roh Kudus yang berdiam
diaslam hidup kita.
Tercatat dalam markus 7:21 “Sebab
dari dalam, dari hati orangm timbul segala pikiran jahat, percabulan,
pencurian, pembunuhan”. Jadi Kirbat yang selalu baru akan menghasilkan
perbuatan-perbuatan yang baik yang mempermuliakan nama Tuhan. Dengan kata lain,
dari hati yang baik akan keluar perbuatan-perbuatan yang baik. Anggur yang baru harus disimpan dalam kirbat
yang baru atau dalam kantong yang baru agar bertahan lama, rasa dan
kesegarannya.
Apakah arti dari anggur baru?
Anggur baru adalah hal-hal yang diberikan oleh Tuhan kepada anak-anakNya.
Apakah itu? Pertama: Kabar Baik. Yaitu berita keselamatan yang diterima didalam
Yesus Kristus. Hati yang dijamah oleh Roh Kudus akan menerima kabar baik ini
sebab Roh Kudus bekerja menginsafkan dunia akan dosa. Kedua : Rahmat yang
selalu baru setiap hari. Rahmat ini diberikan oleh Tuhan kepada semua orang,
dan yang mampu mensyukuri rahmat itu adalah hati yang baru. Ketiga: sukacita.
Setiap orang membutuhkan sukacita, karena sukacita itu tidak disebabkan oleh
keadaan tetapi bersumber dari Allah, sehingga dalam keadaan apapun sekacita
tidak hialng. Keempat : kekuatan Iman untuk berharap dan bersandar dalam segala
tantangan. Keliam : Talenta/karunia-karunia yang Ia berikan untuk dikembangkan.
Jadi anggur baru adalah berkat surga yang diberikan Tuhan. Karena itu
dibutuhkan kirbat yang baru.
Bagaiamanakah agar kita memiliki kirbat yang baru?
I. Bersedia diubahkan oleh
Roh Kudus
Dalam
kisah Pantekosta, kita berjumpa dengan Rasul Petrus. Seorang yang dahulu
pengecut sekarang menjadi saeorang pemberani. Seorang yang diubahkan luar biasa
oleh kuasa ROHKUDUS. PerjumpamaanNya dengan Yesus dipinggir danau Galilea,
dengan tiga kali pertanyaan yang sama, sungguh-sungguh mengubahkan hati Petrus
menjadi seorang yang mengasihi Tuhan Yesus. Jemaat mula-mula bertumbuh dan
berkembang dengan luar biasa oleh kuasa Roh Kudus dalam diri Petrus.
Perubahan
hidup akan terjadi ketika Roh Kudus mengubahkan hati kita. Mari kita membaca
Yehezkiel 36:26 :Kamu akan kuberikan hati yang baru dan roh Yang baru didalam
batinmu.... ay 27: RohKu akan kuberikan diam didalam batinmu...” dalam ayat
ini, adalah janji Tuhan melalui nabi yehezkiel. Dan ini digernapi di hari
Pentakosta. Bukan hanya Petrus, tetapi begitu banyak orang yang diubahkan oleh
kuasa Roh Kudus. Misalnya Yusuf yang rela menjual seluruh harta miliknya dan
membagi-bagikan kepada orang-orang yang membutuhkan. Bahkan setiap hari jumlah
jemaat bertambah karena kuasa Roh Kudus yang mengubahkan.
Sewktu
saya masih kecil, di rumah kami ada gambar digantung, modelnya seperti
kalender, berisi gambar tentang hati manusia. Ada hati yang gelap, dengan
gambar segala jenis hewan :
Burung
Merak, kambing, Babi, kura-kura, Harimau dsb...yang adalah simbol dari
perbuatan-perbuatan dalam kegfelapan dosa. Tetapi ketika seseorang percaya dan
menerima Yesus, Roh Kudus masuk dan mendiami, hatinya menjadi putih bersih dan
Iblis dan segala hewan-hewan keluar dari hidupnya. Demikianlah Roh Kudus yang
mengubahkan hati kita. Sehingga kita menghasilkan hal-hal yang baru yang
mempermuliakan nama Tuhan.
Sudahkah
kita memiliki hati yang baru? Terimalah Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat,
undanglah Roh Kudus mendiami hidupmu, maka Ia akan mengubahkan hidupmu
II. Bersedia dibentuk oleh
Firman Allah
Untuk
mempertahankan kantong kulit yang baru, maka kantong kulit itu harus selalu
direndam dalam air. Ini memberi arti bagi kita bahwa mempertahankan hati yang
selalu baru kita harus menjaganya dengan air kehidupan. Apakah air itu? Firman
Tuhan digambarkan seperti air yang sejuk yang memuaskan dahaga. Menjaga
kemurnian hati adalah mernedam hati kita dnegan firman Tuhan. Dalam 2 Tim 3:16
tewrtulis “segala tulisan yang diilhamkan Allah, memang bermanfaat untuk
mengajar, menyatakan kewsalahan, memperbaiki kelakuan dan mendidik orang dalam
kebenaran”. Dari sini kita belajar tentang manfaat Firman Tuhan. Tetapi apakah
benar bahwa Firman itu betul-betul bermanfaat untuk kita? Seperti apa kita
memberi respon terhadap fIrman Tuhan yang kita dengarkan?
Tidak
ada cara lain untuk menjaga kirbat hati kita yaitu dnegan selaLu menghidupi
Firman Tuhan. Jadikanlah Firman Allah sebagai pelita, sebagai terang dan
penuntgun kehidupan kita. Jadikan sebagai otoritas tertinggi dalam hiddup kita.
Bukalah hati kita untuk selalu dibentuk oelh FirmanNya. Hati yang terjaga akan
seperti tanah yang subur untuk firman Allah bertumbuh dan berbuah.
III. Bersedia dipenuhi oleh
kuasa Roh Kudus.
Selain
direndam dengan air, Kirbat harus dioleskan dnegan minyak agar tidak muda
retak. Minyak seringksali digunsksn untuk simbol RohKudus dalam Perjanjian
Lama. Simbol Roh kudus yang lembut, Roh Kudus yang mengurapi dan memberkati.
Doktrin kita menmgajarkan bahwa Roh Kudus yang mendiami orang percaya, tinggal
menetap dalam hati kita. Namun banyak kali orang percaya membuat Roh Kudus
selalu berdukacita karena Roh Kudus tidak memenuhi hidup kita. Dalam
mingu-minggu yang lalu, sejak perayaan Hari Pentakosta kita belajar banyak
tentang Roh Kudus. Bagaimana kita dipenuhi Roh Kudus akan membawa dampak yang
luar biasa bagi kehidupan kita. Janganlah kita mendukacitakan Roh Kudus.
Biarkanlah Roh Kudus memenuhi seluruh kehidupan kita.
Mengakhiri
khotbah ini, saya mengajak kita semua untuk membaca Galatia pasal 5:16-23. Kiranya
Tuhan memberkati kita semua. Amin
PERHATIKANLAH BUAH ROH KUDUS
YANG MENJADI BUKTI BAHWA HIDUP KITA DIPENUHI ROH KUDUS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar