Gereja KIBAID Jemaat Kendari mengucapkan, Selamat Datang di Blog ini dan Terima Kasih atas Kunjungan Anda, Tuhan Yesus Memberkati...

KAUM PRIA

 Ringkasan PA ibadah PKP tanggal 18 Maret 2020

BELAJAR DARI KEGAGALAN SAUL (1 Samuel 13:4-14)

Untuk Belajar dari tidak hanya dari pengalaman-pengalaman baik seseorang  tapi juga dari kegagalan yang mereka alami.
Malam ini kami pria belajar dari kegagalan yang terjadi dalam kehidupan SAUL yang adalah seorang pemimpin besar bagi orang Israel, dia adalah Raja I yang dipilih untuk memimpin bangsa Israel secara politik. Namun Ia GAGAL..... perhatian ayat 13, sesungguhnya  Tuhan hendak mengokohkan kerajaannya namun GAGAL.
Sebelumnya kita terlebih dahulu kita melihat situasi yang dialami SAUL dan bangsa Israel masa itu (ayat 5-7) : mereka ketakutan, panik, dan galau tingkat tinggi...hingga mereka tidak lagi bersatu sehati. Bandingkanlah keadaan dunia sekarang karena adanya virus Korona. Kondisi saat itu membuat pasukan2 Saul takut dan gentar. Kaum pria/bpk adalah pemimpin dalam keluarga, bahkan beberapa diberi tanggung jawab untuk menjadi pemimpin di instansi pemerintah. Untuk itu kami pria marilah belajar mengapa SAUL Gagal :

a.       SAUL Gagal karena ketidaktaatan.
Tugas SAUL adalah pemimpin secara politik. hal yang berhubungan dengan ibadah adalah tugas IMAM. yang waktu itu dijabat oleh Samuel. Seharusnya SAUL fokus pada tugasnya bagaimana menenangkan masyarakatnya menghadapi rasa takut dan gentar terhadap musuh.
Beberapa orang kepala keluarga yang saya kenal, biasanya lebih cepat panik jika sesuatu terjadi di rumah, misalnya ketika anak sakit, yang lebih dulu gelisah itu adalah kepala keluarga.
Dari kisah SAUL, mari kita belajar untuk tetap tenang jika menghadapi masa yang sulit. Jangan sampai melakukan tindakan-tindakan yang justru menambah masalah. Lihatlah ketidaktaatan SAUL pada peraturan TUHAN membawa dia pada keputusan TUHAN: kerajaanya tidak akan bertahan.

b.      SAUL Gagal karena tidak sabar
Musuh semakin dekat, Samuel tak juga datang. Menunggu adalah pekerjaan yang membosankan dan berat, SAUL tak sabar lagi. Bisa kita bayangkan situasi menunggu saat itu, mungkin ada yang mulai marah, bersungut dll, akhirnya SAUL bertindak ceroboh, ia gegabah,.... perhatikan ayat 9. Apa yang terjadi? Baru saja selesai, Samuel datang. Hai kaum pria.... ingatlah kesabaranmu juga DIUJI, Jika engkau beriman, milikilah kesabaran,  sebab TUHAN tidak pernah terlambat dan juga tidak terlalu cepat. Ia datang tepat waktu untuk menolongmu.

c.       SAUL Gagal karena tidak Setia
Kesetiaan menunggu sampai waktunya Samuel datang, tidak dimiliki oleh Saul. Amsal 19:22 :Sifat yang diinginkan pada seseorang ialah kesetiaannya; Yesus juga berkata  Lukas 16:10 (TB)  "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.
Menunggu Samuel sebenarnya adalah perkara kecil.... namun Saul Gagal. Kaum pria pelajarilah untuk setia menunggu waktu TUHAN menjawab doamu.

d.      SAUL Gagal karena tidak punya kecakapan menyelesaikan masalah
Seorang pemimpin harus terus mengasah skillnya dan Mengembangkan kreatifitas menyelesaikan persoalan jika terjadi. Kecakapan itu dimiliki lewat proses belajar dan terus belajar dengan HIKMAT dari Tuhan. Masaalahakan selalu ada, bahkan iblis akan selalu berusaha memasang jerat untuk menjebak dan menjatuhkan. Memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan akan menambah hikmat dan kecakapan menghadapi setiap masaalah.

e.       SAUL Gagal karena tidak mengakui kesalahannya.
Katanya salah satu sifat seorang laki-laki itu, susah mengakui kesalahannya.... (bpk2 tertawa saja) mungkin iya.. kata teman saya begitu sih...dan juga yang dirumah saya juga biasa begitu
Kita tidak pernah menemukan saat dimana SAUL mengakui kesalahannya, bahkan dikemudian hari, ia malah berniat jahat kepada Daud yang dipilih TUHAN sebagai penggantinya. Andai SAUL mau mengakui kesalahannya... apa yg terjadi?? Memang rahasia....
Namun menjadi pelajaran penting bagi kita...bahwa TUHAN yang maha baik itu banyak kali memberi kesemptan kedua kepada manusia yang bertobat ketika ia bersalah, lihat saja Daud dan beberapa tokoh Alkitab lainnya.
Kaum pria yang mengasihi TUHAN harus memiliki hidup yang berbeda. Mengakui kesalahan itu penting demi kehidupan yang lebih baik. Bahkan untuk menerima berkat dari Tuhan. Selalu mengoreksi diri adalah tindakan bijak dari seorang yang mengasihi TUHAN. Amin
Demikian yang menjadi pelajaran kaum pria gereja KIBAID kendari.

 (Hasil PA di rumah bpk MELKY MANGALLA) by. Pdt. Tirza Aprioritha 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar