BELAJAR DARI KEGAGALAN SAUL (1 Samuel 13:4-14)
Untuk Belajar dari tidak hanya dari
pengalaman-pengalaman baik seseorang
tapi juga dari kegagalan yang mereka alami.
Malam ini kami pria belajar dari kegagalan
yang terjadi dalam kehidupan SAUL yang adalah seorang pemimpin besar bagi orang
Israel, dia adalah Raja I yang dipilih untuk memimpin bangsa Israel secara
politik. Namun Ia GAGAL..... perhatian ayat 13, sesungguhnya Tuhan hendak mengokohkan kerajaannya namun
GAGAL.
Sebelumnya kita terlebih dahulu kita
melihat situasi yang dialami SAUL dan bangsa Israel masa itu (ayat 5-7) :
mereka ketakutan, panik, dan galau tingkat tinggi...hingga mereka tidak lagi
bersatu sehati. Bandingkanlah keadaan dunia sekarang karena adanya virus Korona.
Kondisi saat itu membuat pasukan2 Saul takut dan gentar. Kaum pria/bpk adalah pemimpin dalam keluarga,
bahkan beberapa diberi tanggung jawab untuk menjadi pemimpin di instansi
pemerintah. Untuk itu kami pria marilah belajar mengapa SAUL Gagal :
a.
SAUL
Gagal karena ketidaktaatan.
Tugas SAUL adalah pemimpin secara politik.
hal yang berhubungan dengan ibadah adalah tugas IMAM. yang waktu itu dijabat
oleh Samuel. Seharusnya SAUL fokus pada tugasnya bagaimana menenangkan
masyarakatnya menghadapi rasa takut dan gentar terhadap musuh.
Beberapa orang kepala keluarga yang saya
kenal, biasanya lebih cepat panik jika sesuatu terjadi di rumah, misalnya
ketika anak sakit, yang lebih dulu gelisah itu adalah kepala keluarga.
Dari kisah SAUL, mari kita belajar untuk
tetap tenang jika menghadapi masa yang sulit. Jangan sampai melakukan
tindakan-tindakan yang justru menambah masalah. Lihatlah ketidaktaatan SAUL
pada peraturan TUHAN membawa dia pada keputusan TUHAN: kerajaanya tidak akan
bertahan.
b.
SAUL
Gagal karena tidak sabar
Musuh semakin dekat, Samuel tak juga
datang. Menunggu adalah pekerjaan yang membosankan dan berat, SAUL tak sabar
lagi. Bisa kita bayangkan situasi menunggu saat itu, mungkin ada yang mulai
marah, bersungut dll, akhirnya SAUL bertindak ceroboh, ia gegabah,....
perhatikan ayat 9. Apa yang terjadi? Baru saja selesai, Samuel datang. Hai kaum
pria.... ingatlah kesabaranmu juga DIUJI, Jika engkau beriman, milikilah
kesabaran, sebab TUHAN tidak pernah
terlambat dan juga tidak terlalu cepat. Ia datang tepat waktu untuk menolongmu.
c.
SAUL
Gagal karena tidak Setia
Kesetiaan menunggu sampai waktunya Samuel
datang, tidak dimiliki oleh Saul. Amsal 19:22 :Sifat yang diinginkan pada
seseorang ialah kesetiaannya; Yesus juga berkata Lukas 16:10 (TB) "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara
kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar
dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.
Menunggu Samuel sebenarnya adalah perkara
kecil.... namun Saul Gagal. Kaum pria pelajarilah untuk setia menunggu waktu
TUHAN menjawab doamu.
d.
SAUL
Gagal karena tidak punya kecakapan menyelesaikan masalah
Seorang pemimpin harus terus mengasah
skillnya dan Mengembangkan kreatifitas menyelesaikan persoalan jika terjadi.
Kecakapan itu dimiliki lewat proses belajar dan terus belajar dengan HIKMAT
dari Tuhan. Masaalahakan selalu ada, bahkan iblis akan selalu berusaha memasang
jerat untuk menjebak dan menjatuhkan. Memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan
akan menambah hikmat dan kecakapan menghadapi setiap masaalah.
e.
SAUL
Gagal karena tidak mengakui kesalahannya.
Katanya salah satu sifat seorang laki-laki
itu, susah mengakui kesalahannya.... (bpk2 tertawa saja) mungkin iya.. kata
teman saya begitu sih...dan juga yang dirumah saya juga biasa begitu
Kita tidak pernah menemukan saat dimana
SAUL mengakui kesalahannya, bahkan dikemudian hari, ia malah berniat jahat
kepada Daud yang dipilih TUHAN sebagai penggantinya. Andai SAUL mau mengakui
kesalahannya... apa yg terjadi?? Memang rahasia....
Namun menjadi pelajaran penting bagi
kita...bahwa TUHAN yang maha baik itu banyak kali memberi kesemptan kedua
kepada manusia yang bertobat ketika ia bersalah, lihat saja Daud dan beberapa
tokoh Alkitab lainnya.
Kaum pria yang mengasihi TUHAN harus
memiliki hidup yang berbeda. Mengakui kesalahan itu penting demi kehidupan yang
lebih baik. Bahkan untuk menerima berkat dari Tuhan. Selalu mengoreksi diri
adalah tindakan bijak dari seorang yang mengasihi TUHAN. Amin
Demikian yang menjadi pelajaran kaum pria
gereja KIBAID kendari.
(Hasil PA di rumah bpk MELKY MANGALLA) by.
Pdt. Tirza Aprioritha
Tidak ada komentar:
Posting Komentar