ALLAH HADIR DALAM SITUASI
YANG SULIT
(I Samuel 23:1-13)
Kata maha hadir adalah salah satu sifat
Allah. Kemaha hadiran Allah tidak dapat dibatasi oleh apapun dalam keadaan
apapun, senang atau susah atau situasi apapun, Allah hadir. Kata sulit berarti susah, sukar, berat, rumit, ini adalah kenyataan yang harus
dihadapi. Seperti Daniel dalam perapian yang menyala-nyala, Allah hadir untuk
melepaskan ketiga temannya, yaitu Sadrak Mesak dan Abednego.
Dalam teks ini kita melihat Daud berada di
Kehila, Kehila adalah sebuah tempat yang penting pada zaman Nehemia (Nehemia 3
:17).
Kota Kehila adalah perbatasan Palestina
dengan Yehuda, kota ini adalah yang terpenting bagi Yehuda. Tempat ini adalah tempat yang sangat
strategis, kota Kehila artinya kubu
pertahanan atau benteng pertahanan. Kota ini terkenal dengan gandum sehingga di
kota ini orang filistin pernah menjarah tempat pengirikan. Menjarah adalah
merampok atau merampas.
Dalam situasi seperti inilah maka Daud
sebagai panglima perang dan juga sebagai raja berusaha bagaimana menghadapi
situasi yang sulit ini
marilah kita belajar bagaimana
langkah-langkah yang harus ditempuh dalam kesulitan yang dialami oleh Daud dengan
pasukannya
Langkah-langkah Apa yang dilakukan oleh Daud
dalam menghadapi situasi yang sulit dalam hidupnya
1. Daud
bertanya kepada Tuhan ayat 2, 4 dan 12
Percakapan Daud dengan
Tuhan : Daud bertanya kepada Tuhan sebelum melakukan perang : "lalu bertanyalah
Daud kepada Tuhan, apakah aku akan pergi mengalahkan orang Filistin itu? ayat
2. Jawab Tuhan "pergilah ....
kalahkanlah orang Filistin itu dan selamatkanlah Kehila". Pasukan Daud
kuatir takut. Mereka berkata: sedangkan kita masih di Yehuda kita sudah takut
apalagi kalau kita pergi ke Kehila melawan orang Filistin yang kuat dan jumlah
yang sangat besar mereka adalah orang-orang yang terlatih dalam soal perang.
Daud bertanya untuk kedua kalinya (ayat 4) Apakah aku harus pergi mengalahkan
orang Filistin itu? Jawab TUHAN: bersiaplah Pergilah ke Kehila sebab aku akan
menyerahkan orang filistin ke dalam tanganmu. Daud bertanya untuk ketiga
kalinya (ayat 12) akan diserahkankah kota kehila dengan orang-orang kedalam
tangan Saul? Jawab Tuhan: akan mereka serahkan.
Daud mengandalkan Tuhan Ia bertanya kepada alamat yang tepat untuk memberikan
solusi atas kesulitan yang akan dialami. ketika kita menghadapi sebuah
pergumulan atau kesulitan hidup Apakah
kita bertanya kepada Tuhan?
2. Daud
taat kepada apa yang dikatakan kepadanya ayat 2
Pergilah katakanlah
kepada orang filistin itu dan selamatkanlah
kehila. Daud mendengar Tuhan berbicara dan Ialun melangkah dengan iman
yang disertai ketaatan, ayat 5 :
bersiaplah pergi ke kota Kehila, aku akan menyerahkan ke dalam tanganmu. Maka
Pergilah Daud dengan orang-orangnya ke Kehila untuk berperang melawan orang Filistin, segala ternaknya dihalaukan maka timbullah
kekalahan yang besar di antara oranf
Filistin. Daud taat kepada perintah Tuhan dengan kesiapan yang meninggalkan Kehila,
Daud bersedia dipimpin oleh Tuhan, Ia
belajar taat dan mencari kehendak Tuhan di tengah kesulitan yang dialami. Daud
Peka atau cepat merespon pimpinan Tuhan.
Dalam kondisi seperti ini sekarang ini dari kita juga dibutuhkan ketaatan yang sungguh
kepada Tuhan.
3. Daud
Menang dalam kesulitan yang dialami.
Dalam ayat 5 tercatat
· Aku akan menyerahkan
kedalam tanganmu di sini berarti Tuhan memberikan kemenangan;
· Dan timbulnya kekalahan
yang besar di antara mereka;
·
Mereka keluar dari Kehila
bersama pasukannya kira-kira 600 orang dengan selamat;
·
Allah melepaskan/meluputkan
dari tangan musuh-musuhnya yaitu orang Filistin. Allah meluputkan dari
kesulitan-kesulitan yang dialami sehingga peperangan tidak ada lagi atau
berhenti.
Inilah langkah-langkah yang ditempuh Daud dalam menghadapi situasi yang sulit
dalam hidupnya : Daud bertanya kepada Tuhan, ia mencari alamat yang tepat dan
taat kepada apa yang dikatakan Tuhan kepadanya dan menang dalam kesulitan yang
dialami. Demikianlah kepada kita, Allah jadir dalam segala situasi yang kita
alami, keadaan yang sulit, kekurangan karena pengaruh korona, kita ditindas,
diremehkan dan lain-lain. Allah hadir menyertai kita, kita tidak perlu takut
khawatir sebab penyertaan Tuhan sempurna
bagi kita.
Mazmur 50 ayat 15 berkata “Berserulah kepada-Ku
pada waktu kesesakan, Aku akan menyebutkan engkau dan akan memuliakan Aku”.
Demikian juga dalam Yeremia 33 ayat 3
“Berserulah kepadaku maka Aku akan menjawab engkau dan memberitahukan kepadamu
hal-hal yang besar dan tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kau ketahui,
Amin, Tuhan Memberkati.. (Pdt Naomi Pasongli)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar