Gereja KIBAID Jemaat Kendari mengucapkan, Selamat Datang di Blog ini dan Terima Kasih atas Kunjungan Anda, Tuhan Yesus Memberkati...

Sabtu, 16 Mei 2020

Renungan Minggu, 17 Mei 2020 (Ibadah di Rumah)


ALLAH HADIR DALAM SITUASI YANG SULIT
(I Samuel 23:1-13)
 
Kata maha hadir adalah salah satu sifat Allah. Kemaha hadiran Allah tidak dapat dibatasi oleh apapun dalam keadaan apapun, senang atau susah atau situasi apapun, Allah hadir.  Kata sulit berarti susah, sukar,  berat, rumit, ini adalah kenyataan yang harus dihadapi. Seperti Daniel dalam perapian yang menyala-nyala, Allah hadir untuk melepaskan ketiga temannya, yaitu Sadrak Mesak dan Abednego.
Dalam teks ini kita melihat Daud berada di Kehila, Kehila adalah sebuah tempat yang penting pada zaman Nehemia (Nehemia 3 :17). 
Kota Kehila adalah perbatasan Palestina dengan Yehuda, kota ini adalah yang terpenting bagi Yehuda.  Tempat ini adalah tempat yang sangat strategis,  kota Kehila artinya kubu pertahanan atau benteng pertahanan. Kota ini terkenal dengan gandum sehingga di kota ini orang filistin pernah menjarah tempat pengirikan. Menjarah adalah merampok atau merampas.
Dalam situasi seperti inilah maka Daud sebagai panglima perang dan juga sebagai raja berusaha bagaimana menghadapi situasi yang sulit ini
marilah kita belajar bagaimana langkah-langkah yang harus ditempuh dalam kesulitan yang dialami oleh Daud dengan pasukannya
 Langkah-langkah Apa yang dilakukan oleh Daud dalam menghadapi situasi yang sulit dalam hidupnya
1.      Daud bertanya kepada Tuhan ayat 2, 4 dan 12
Percakapan Daud dengan Tuhan : Daud bertanya kepada Tuhan sebelum melakukan perang : "lalu bertanyalah Daud kepada Tuhan, apakah aku akan pergi mengalahkan orang Filistin itu? ayat 2.  Jawab Tuhan "pergilah .... kalahkanlah orang Filistin itu dan selamatkanlah Kehila". Pasukan Daud kuatir takut. Mereka berkata: sedangkan kita masih di Yehuda kita sudah takut apalagi kalau kita pergi ke Kehila melawan orang Filistin yang kuat dan jumlah yang sangat besar mereka adalah orang-orang yang terlatih dalam soal perang. Daud bertanya untuk kedua kalinya (ayat 4) Apakah aku harus pergi mengalahkan orang Filistin itu? Jawab TUHAN: bersiaplah Pergilah ke Kehila sebab aku akan menyerahkan orang filistin ke dalam tanganmu. Daud bertanya untuk ketiga kalinya (ayat 12) akan diserahkankah kota kehila dengan orang-orang kedalam tangan Saul? Jawab Tuhan:  akan mereka serahkan. Daud mengandalkan Tuhan Ia bertanya kepada alamat yang tepat untuk memberikan solusi atas kesulitan yang akan dialami. ketika kita menghadapi sebuah pergumulan atau  kesulitan hidup Apakah kita bertanya kepada Tuhan?
2.      Daud taat kepada apa yang dikatakan kepadanya ayat 2
Pergilah katakanlah kepada orang filistin itu dan selamatkanlah  kehila. Daud mendengar Tuhan berbicara dan Ialun melangkah dengan iman yang disertai ketaatan,  ayat 5 : bersiaplah pergi ke kota Kehila, aku akan menyerahkan ke dalam tanganmu. Maka Pergilah Daud dengan orang-orangnya ke Kehila untuk berperang melawan orang Filistin,  segala ternaknya dihalaukan maka timbullah kekalahan yang besar di antara  oranf Filistin. Daud taat kepada perintah Tuhan dengan kesiapan yang meninggalkan Kehila, Daud bersedia dipimpin oleh Tuhan,  Ia belajar taat dan mencari kehendak Tuhan di tengah kesulitan yang dialami. Daud Peka atau cepat merespon pimpinan Tuhan.  Dalam kondisi seperti ini sekarang ini dari  kita juga dibutuhkan ketaatan yang sungguh kepada Tuhan.
3.      Daud Menang dalam kesulitan yang dialami.
Dalam ayat 5 tercatat
· Aku akan menyerahkan kedalam tanganmu di sini berarti Tuhan memberikan kemenangan;
·    Dan timbulnya kekalahan yang besar di antara mereka;
·     Mereka keluar dari Kehila bersama pasukannya kira-kira 600 orang dengan selamat;
·      Allah melepaskan/meluputkan dari tangan musuh-musuhnya yaitu orang Filistin. Allah meluputkan dari kesulitan-kesulitan yang dialami sehingga peperangan tidak ada lagi atau berhenti.
Inilah langkah-langkah yang ditempuh  Daud dalam menghadapi situasi yang sulit dalam hidupnya : Daud bertanya kepada Tuhan, ia mencari alamat yang tepat dan taat kepada apa yang dikatakan Tuhan kepadanya dan menang dalam kesulitan yang dialami. Demikianlah kepada kita, Allah jadir dalam segala situasi yang kita alami, keadaan yang sulit, kekurangan karena pengaruh korona, kita ditindas, diremehkan dan lain-lain. Allah hadir menyertai kita, kita tidak perlu takut khawatir sebab penyertaan  Tuhan sempurna bagi kita.
 Mazmur 50 ayat 15 berkata “Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan menyebutkan engkau dan akan memuliakan Aku”.
Demikian juga dalam Yeremia 33 ayat 3 “Berserulah kepadaku maka Aku akan menjawab engkau dan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kau ketahui, Amin, Tuhan Memberkati.. (Pdt Naomi Pasongli)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar