Gereja KIBAID Jemaat Kendari mengucapkan, Selamat Datang di Blog ini dan Terima Kasih atas Kunjungan Anda, Tuhan Yesus Memberkati...

Rabu, 20 Mei 2020

Renungan Memperingati Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga, Kamis 21 Mei 2020 (Ibadah di Rumah)


HARUS TABAH
Kisah Para Rasul 1 :4-11; 2 Korintus pasal 4:16-18

Bagian Tirman Tuhan didalam Kisah Para Rasul 1 :4-11; 2 Korintus pasal 4:16-18 adalah  yang mendasari ibadah kita pada hari ini, Tuhan Yesus telah naik ke surga dia berjanji akan datang kembali. Dalam penantian akan kedatanganNya, dalam ibadah kita pada hari ini Tema kita adalah “Harus Tabah” tabah dari bahasa Yunani HUPOMONE Artinya penuh kesabaran dan ketabahan, yang dalam konteks kita sekarang ini  adalah bertahan pada situasi yang sulit.
Pembacaan Firman Tuhan dalam 2 Korintus pasal 4:16-18 ada kalimat yang penting yaitu  "tidak tawar hati".  Untuk kita tabah maka hal utama adalah menjaga hati kita agar tidak tawar. Tawar hati adalah ungkapan yang menunjuk suatu keadaan tidak bersemangat, tidak ada kemauan lagi, hilang keberanian, kecewa, dan putus harapan.  Untuk itu kita harus tabah kita perlu berhati-hati supaya setiap hari hati kita terjaga untuk memiliki hati yang Teguh kita harus tabah.  Dalam hal apa sajakah kita harus tabah

I.     Tabah dalam Proses  2 Korinyus 4:16
Di sini tercatat :meskipun manusia lahiriyah" (ini adalah aspek fisik) kami semakin merosot.  faktanya jelas bahwa tidak seorangpun yang bisa mencegah namanya proses penuaan, perubahan fisik.  ini juga harus kita terima banyak orang yang stres karena fisiknya berubah dan banyak keluarga akhirnya juga tidak bertahan karena faktor fisik. Meskipun banyak treatment yang dilakukan untuk mencegah supaya secara fisik tidak cepat mengalami perubahan tetapi seiring waktu cepat atau lambat secara fisik setiap orang akan mengalami perubahan
Namun kata firman Tuhan di sini manusia batiniah (from Inside), ini berbicara tentang roh dan jiwa kita yang harus  dibaharui dari hari ke hari. mengatasi aspek fisik yang merosot tentunya kita boleh melakukan berbagai cara tetapi cara untuk menghadapi kehidupan ini adalah hati kita harus terus dibentuk.  Manusia batiniah Kitalah yang seharusnya mengalami perubahan dari sehari sehari. ini adalah proses yang harus terjadi dalam kehidupan kita.  Kita harus lebih prihatin jika jiwa dan roh kita tidak mengalami proses pembentukan setiap hari  Bapak Ibu yang dikasih oleh Tuhan ini adalah karya Roh Kudus dalam diri kita. Hanya dapat dikerjakan oleh Roh Kudus.  Sebelum Yesus naik ke surga ia berkata bahwa kamu akan menerima kuasa kalau Roh Kudus turun keatas kamu.
Kuasa itulah yang harus terus bekerja di dalam diri kita.  kita harus membiarkan Roh Kudus membentuk roh dan jiwa kita,  pikiran dan hati kita semakin dewasa dari hari ke hari semakin tabah dan terus tabah.
Pada saat Tuhan membentuk atau memproses diri kita tentunya ada saat dimana kita merasa tidak nyaman ada saat dimana kita merasa bahwa apa yang sedang kita alami ini tidak seperti yang kita pikirkan atau tidak seperti yang kita harapkan. namun disinilah Firman Tuhan mengajar kita hari ini bahwa kita harus tabah untuk dibentuk oleh Tuhan agar kita menjadi milik kesayanganNya yang indah pada saat Ia datang kembali pada kali yang kedua.

II. Tabah dalam penderitaan 2 Korintus 4:17
            Ketika kita merenungkan penderitaan Kristus di kayu salib yang datang kedunia ini menderita demi kita dan tugasnya telah selesai dan IA  kembali ketempat kemuliaan-Nya dan memberikan beberapa tugas dan tanggung jawab kepada murid-muridnya dan kepada kita juga sebagai pengikutnya
Ia sudah memberikan contoh kepada kita bagaimana kita tabah dalam menghadapi penderitaan atau masalah, seperti yang kita hadapi sekarang ini yaitu adanya pandemi virus Corona.  kita tidak boleh tawar hati seperti bagian Firman yang telah kita lihat tadi di atas. tawar hati berarti frustasi, kecewa, kehilangan minat, hilang semangat dan kehilangan Gairah dan juga tidak memiliki kepedulian terhadap orang lain bahkan dirinya sendiri
Rasul Paulus dalam pelayanannya banyak mengalami penderitaan tetapi ia tidak tawar hati menghadapinya.  Kata tidak tawar hati merupakan sebuah kata kunci untuk membangun semangat dan gairah. Kapan kita menyerah kita akan kehilangan kesempatan untuk perkara-perkara yang baik sebab tujuan penderitaan yang kita alami atau hadapi adalah hal  yang tidak kelihatan yaitu kemuliaan yang disediakan oleh Allah.
Paulus kuat dan tidak tawar hati karena ia fokus atau menaruh pengharapan Nya kepada hidup kekal dalam Roma 8:28 berkata "Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi dia".  Jadi meskipun kita harus melewati penderitaan tetapi kita harus kuat sebab Ia menjanjikan kemuliaan yang kekal di dalam Dia. sebab itu kita tidak boleh kehilangan pengharapan atau melepaskan iman kita.  Pada saat kita menghadapi berbagai masalah kehidupan biarlah  hati, pikiran, perasaan dan kehendak kita  sesuai dengan kehendak Tuhan maka kita akan mencapai kemenangan dalam menghadapi tantangan.

III.        Tabah Hingga Kekekalan. 2 Korintus 4:18
Sebagai seorang rasul yang dipanggil oleh Allah, Rasul Paulus mengalami banyak hal dalam menjalani  hidup, banyak mengalami kesulitan kesulitan didalam mengiring Tuhan, seperti yang kita perhatikan dalam Firman Tuhan surat 2 Korintus, Rasul Paulus membeberkan kesulitan, penderitaan yang dia alami dalam perjalanan hidupnya:
-          2 Korintus 11:25, dikatakan 3 kali mengalami karam kapal, terkatung-katung ditengah laut, tetapi Allah tetap menolong.
-          2 Korintus 11:24: dikatakan 5 kali disesah orang Yahudi, setiap kali    empat puluh kurang satu pukulan.
-          Ia mengalami apa yang namanya kelaparan, kedinginan, kurang tidur, bekerja berat (2 Korintus 11:27).
Dan banyak hal lagi yang dialami oleh Rasul Paulus.
Paulus kuat, tabah dalam kehidupannya oleh karena Ia mengerti  dan memahami Apa yang dilakukan didalam perjalanan hidupnya. Dalam pembacaan  disini Rasul Paulus mengatakan bahwa tidak memperhatikan yang kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara sehingga masalah, penderitaan aniaya tidak sedikitpun menggoyahkan imannya  untuk tetap melalukan apa yang diperintahkan Tuhan kepadanya. Paulus tidak goyah mengerjakan segala sesuatu yang Tuhan percayakan untuk dilakukan dalam kehidupannya, ia tidak goyah dan terus mengarahkan perhatiannya, mengarahkan pandangannya untuk tetap melakukan apa yang dipercayakan Tuhan dalam kehidupannya.
        Alasan Paulus adalah karena ia memiliki keyakinan, bahwa apa yang dibuat yang dilakukan itu adalah sesuatu yang dikerjakan untuk perjalanan hidupnya pada masa yang akan datang yaitu kehidupan yang kekal, sehingga dia katakan bahwa apa yang kelihatan itu adalah sesuatu yang hal sementara, apa yang kelihatan itu adalah sesuatu hal yang tidak kekal sehingga ia terus bekerja dan bekerja dengan penuh ketabahan dan fokus kepada Tuhan.
Arahkan perhatian kita dan arahkan hidup kita kepada apa yang melampaui penglihatan mata fisik kita. Jangan arahkan hidup kita kepada apa yang kelihatan di dunia ini, karena sifatnya hanya sementara. Mantapkan hati kita dan arahkan hidup kita kepada apa yang melampaui materi, dunia yang kelihatan. Mantapkan hati kita dan tujuan hidup kita, dan kerinduan hati kita bukan kepada hal-hal yang kelihatan, tetapi kepada hal-hal yang tidak kelihatan.
Dalam  Ibrani 12:2,  Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah
Perspektif atau pandangan kekekalan itulah yang dimiliki oleh Rasul Paulus. Segala sesuatu yang dia lakukan termasuk panggilannya sebagai seorang rasul, dilakukannya dengan perspektif/pandangan pada kekekalan.
Pandangan kepada kekekalan itulah yang memotivasi Rasul Paulus untuk tetap maju dan tidak mudah menyerah dengan keadaan apapun. Pandangan kepada kekekalan itulah yang membuat paulus  terus mengarahkan pandangannya dan terus fokus kepada Tuhan, karena ia tau bahwa kekekalan menanti dalam kehidupannya, sehingga dalam Firman Tuhan Paulus berkata aku telah mengakhiri pertandingan dengan baik dan aku telah memelihara iman.
Setiap kita pada akhirnya ingin menjadi bejana yang mulia di hadapan Tuhan untuk mendapatkan kekekalan. Terlebih-lebih lagi Tuhan, Ia menghendaki setiap kita anak-anak-Nya dapat menjadi bejana bejana yang mulia di tangan-Nya. Untuk itu, ketika kita harus dibentuk oleh Tuhan dengan berbagai situasi,  dengan berbagai  keadaan dan kesulitan  apapun termasuk kondisi saat ini, mari kita fokuskan dan arahkan pandangan kita kepada Tuhan, kita tidak mudah goyah dan kita tidak tawar hati, tetapi kita tabah,  tetaplah mengucap syukur serta tetap arahkan perhatian kita hanya kepada Tuhan dan Kerajaan-Nya.
Perkataan Tuhan Yesus di Yoh 14: 3 memberitahu kita, bahwa Dia menghendaki supaya dimana Dia berada disitu juga kita ada, dimana Dia ada disitu juga  kita  ada di sana. Karena itulah Firman Tuhan dalam kondisi sekarang ini walaupun sangat sulit bagi kita harus keluar dengan berbagai hal, berfikir oleh karena keadaan dan kondisi ini, tapi biarlah di dalam merayakan hari kenaikan Yesus Kristus ke sorga yang mengajar kita untuk harus tabah, mengarahkan diri kita kepada Tuhan. Kata Firman Tuhan dalam Kolose 3: 1 & 2 berkata Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.”
            Kita harus memiliki ketabahan Hati dalam menantikan kedatangan kristus pada kali yang kedua kita harus tabah Yaitu:
      1.      Tabah dalam Proses pembentukan
      2.      Tabah dalam Penderitaan
      3.      Tabah Hingga Kekekalan.
       Tuhan memberkati kita semua dengan Firmannya Amin.
           
Selamat Merayakan Hari Kenaikan Yesus Kristus Kesorga. Tuhan Memberkati Kita semua

Tidak ada komentar:

Posting Komentar