HARUS TABAH
Kisah Para Rasul 1
:4-11; 2 Korintus pasal 4:16-18
Bagian Tirman
Tuhan didalam Kisah Para Rasul 1 :4-11; 2 Korintus pasal 4:16-18 adalah yang mendasari ibadah kita pada hari ini,
Tuhan Yesus telah naik ke surga dia berjanji akan datang kembali. Dalam
penantian akan kedatanganNya, dalam ibadah kita pada hari ini Tema kita adalah “Harus Tabah” tabah dari bahasa
Yunani HUPOMONE Artinya penuh kesabaran dan ketabahan, yang dalam konteks kita
sekarang ini adalah bertahan pada
situasi yang sulit.
Pembacaan Firman
Tuhan dalam 2 Korintus pasal 4:16-18 ada kalimat yang penting yaitu "tidak
tawar hati". Untuk kita tabah
maka hal utama adalah menjaga hati kita agar tidak tawar. Tawar hati adalah
ungkapan yang menunjuk suatu keadaan tidak bersemangat, tidak ada kemauan lagi,
hilang keberanian, kecewa, dan putus harapan.
Untuk itu kita harus tabah kita perlu berhati-hati supaya setiap hari
hati kita terjaga untuk memiliki hati yang Teguh kita harus tabah. Dalam hal apa sajakah kita harus tabah
I. Tabah dalam Proses 2 Korinyus 4:16
Di sini
tercatat :meskipun manusia lahiriyah" (ini adalah aspek fisik) kami
semakin merosot. faktanya jelas bahwa
tidak seorangpun yang bisa mencegah namanya proses penuaan, perubahan fisik. ini juga harus kita terima banyak orang yang
stres karena fisiknya berubah dan banyak keluarga akhirnya juga tidak bertahan
karena faktor fisik. Meskipun banyak treatment yang dilakukan untuk mencegah
supaya secara fisik tidak cepat mengalami perubahan tetapi seiring waktu cepat
atau lambat secara fisik setiap orang akan mengalami perubahan
Namun kata firman
Tuhan di sini manusia batiniah (from Inside), ini berbicara tentang roh dan
jiwa kita yang harus dibaharui dari hari
ke hari. mengatasi aspek fisik yang merosot tentunya kita boleh melakukan
berbagai cara tetapi cara untuk menghadapi kehidupan ini adalah hati kita harus
terus dibentuk. Manusia batiniah Kitalah
yang seharusnya mengalami perubahan dari sehari sehari. ini adalah proses yang
harus terjadi dalam kehidupan kita. Kita
harus lebih prihatin jika jiwa dan roh kita tidak mengalami proses pembentukan
setiap hari Bapak Ibu yang dikasih oleh
Tuhan ini adalah karya Roh Kudus dalam diri kita. Hanya dapat dikerjakan oleh
Roh Kudus. Sebelum Yesus naik ke surga
ia berkata bahwa kamu akan menerima kuasa kalau Roh Kudus turun keatas kamu.
Kuasa itulah yang
harus terus bekerja di dalam diri kita.
kita harus membiarkan Roh Kudus membentuk roh dan jiwa kita, pikiran dan hati kita semakin dewasa dari
hari ke hari semakin tabah dan terus tabah.
Pada saat
Tuhan membentuk atau memproses diri kita tentunya ada saat dimana kita merasa
tidak nyaman ada saat dimana kita merasa bahwa apa yang sedang kita alami ini
tidak seperti yang kita pikirkan atau tidak seperti yang kita harapkan. namun
disinilah Firman Tuhan mengajar kita hari ini bahwa kita harus tabah untuk
dibentuk oleh Tuhan agar kita menjadi milik kesayanganNya yang indah pada saat
Ia datang kembali pada kali yang kedua.
II.
Tabah dalam penderitaan 2 Korintus 4:17
Ketika
kita merenungkan penderitaan Kristus di kayu salib yang datang kedunia ini
menderita demi kita dan tugasnya telah selesai dan IA kembali ketempat kemuliaan-Nya dan memberikan
beberapa tugas dan tanggung jawab kepada murid-muridnya dan kepada kita juga
sebagai pengikutnya
Ia sudah
memberikan contoh kepada kita bagaimana kita tabah dalam menghadapi penderitaan
atau masalah, seperti yang kita hadapi sekarang ini yaitu adanya pandemi virus
Corona. kita tidak boleh tawar hati
seperti bagian Firman yang telah kita lihat tadi di atas. tawar hati berarti
frustasi, kecewa, kehilangan minat, hilang semangat dan kehilangan Gairah dan
juga tidak memiliki kepedulian terhadap orang lain bahkan dirinya sendiri
Rasul Paulus dalam
pelayanannya banyak mengalami penderitaan tetapi ia tidak tawar hati
menghadapinya. Kata tidak tawar hati
merupakan sebuah kata kunci untuk membangun semangat dan gairah. Kapan kita
menyerah kita akan kehilangan kesempatan untuk perkara-perkara yang baik sebab
tujuan penderitaan yang kita alami atau hadapi adalah hal yang tidak kelihatan yaitu kemuliaan yang
disediakan oleh Allah.
Paulus
kuat dan tidak tawar hati karena ia fokus atau menaruh pengharapan Nya kepada
hidup kekal dalam Roma 8:28 berkata "Allah
turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang
mengasihi dia". Jadi meskipun
kita harus melewati penderitaan tetapi kita harus kuat sebab Ia menjanjikan
kemuliaan yang kekal di dalam Dia. sebab itu kita tidak boleh kehilangan
pengharapan atau melepaskan iman kita.
Pada saat kita menghadapi berbagai masalah kehidupan biarlah hati, pikiran, perasaan dan kehendak
kita sesuai dengan kehendak Tuhan maka
kita akan mencapai kemenangan dalam menghadapi tantangan.
III.
Tabah
Hingga Kekekalan. 2 Korintus 4:18
Sebagai seorang rasul yang dipanggil oleh Allah, Rasul
Paulus mengalami banyak hal dalam menjalani
hidup, banyak mengalami kesulitan kesulitan didalam mengiring Tuhan,
seperti yang kita perhatikan dalam Firman Tuhan
surat 2
Korintus, Rasul Paulus membeberkan kesulitan, penderitaan yang dia alami dalam
perjalanan hidupnya:
-
2 Korintus 11:25, dikatakan 3 kali mengalami karam
kapal, terkatung-katung ditengah laut, tetapi Allah tetap menolong.
-
2 Korintus 11:24: dikatakan 5 kali disesah orang
Yahudi, setiap kali empat puluh kurang
satu pukulan.
-
Ia mengalami apa yang namanya kelaparan, kedinginan,
kurang tidur, bekerja berat (2 Korintus 11:27).
Dan banyak hal lagi yang dialami oleh Rasul Paulus.
Paulus kuat, tabah dalam kehidupannya oleh karena Ia
mengerti dan memahami Apa yang dilakukan
didalam perjalanan hidupnya. Dalam pembacaan
disini Rasul Paulus mengatakan bahwa tidak
memperhatikan yang kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara sehingga
masalah, penderitaan aniaya tidak sedikitpun menggoyahkan imannya untuk tetap melalukan apa yang diperintahkan
Tuhan kepadanya. Paulus tidak goyah mengerjakan segala sesuatu yang Tuhan
percayakan untuk dilakukan dalam kehidupannya, ia tidak goyah dan terus
mengarahkan perhatiannya, mengarahkan pandangannya untuk tetap melakukan apa
yang dipercayakan Tuhan dalam kehidupannya.
Alasan Paulus adalah karena
ia memiliki keyakinan, bahwa apa yang dibuat yang dilakukan itu adalah sesuatu
yang dikerjakan untuk perjalanan hidupnya pada masa yang akan datang yaitu
kehidupan yang kekal, sehingga dia katakan bahwa apa yang kelihatan itu adalah
sesuatu yang hal sementara, apa yang kelihatan itu adalah sesuatu hal yang
tidak kekal sehingga ia terus bekerja dan bekerja dengan penuh ketabahan dan
fokus kepada Tuhan.
Arahkan perhatian kita dan arahkan hidup kita kepada
apa yang melampaui penglihatan mata fisik kita. Jangan arahkan hidup kita
kepada apa yang kelihatan di dunia ini, karena sifatnya hanya sementara.
Mantapkan hati kita dan arahkan hidup kita kepada apa yang melampaui materi,
dunia yang kelihatan. Mantapkan hati kita dan tujuan hidup kita, dan kerinduan
hati kita bukan kepada hal-hal yang kelihatan, tetapi kepada hal-hal yang tidak
kelihatan.
Dalam Ibrani 12:2, “Marilah
kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita
dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan
mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi
Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah”
Perspektif atau pandangan kekekalan itulah yang
dimiliki oleh Rasul Paulus. Segala sesuatu yang dia lakukan termasuk
panggilannya sebagai seorang rasul, dilakukannya dengan perspektif/pandangan pada
kekekalan.
Pandangan kepada kekekalan itulah yang memotivasi Rasul Paulus untuk tetap
maju dan tidak mudah menyerah dengan keadaan apapun. Pandangan kepada kekekalan
itulah yang membuat paulus terus
mengarahkan pandangannya dan terus fokus kepada Tuhan, karena ia tau bahwa
kekekalan menanti dalam kehidupannya, sehingga dalam Firman Tuhan Paulus
berkata aku telah mengakhiri pertandingan dengan baik dan aku telah memelihara
iman.
Setiap kita pada akhirnya ingin menjadi bejana yang
mulia di hadapan Tuhan untuk mendapatkan kekekalan. Terlebih-lebih lagi Tuhan,
Ia menghendaki setiap kita anak-anak-Nya dapat menjadi bejana bejana yang mulia
di tangan-Nya. Untuk itu, ketika kita harus dibentuk oleh Tuhan dengan berbagai
situasi, dengan berbagai keadaan dan kesulitan apapun termasuk kondisi saat ini, mari kita
fokuskan dan arahkan pandangan kita kepada Tuhan, kita tidak mudah goyah dan
kita tidak tawar hati, tetapi kita tabah, tetaplah mengucap syukur serta tetap arahkan
perhatian kita hanya kepada Tuhan dan Kerajaan-Nya.
Perkataan Tuhan Yesus di Yoh 14: 3 memberitahu
kita, bahwa Dia menghendaki supaya dimana Dia berada disitu juga kita ada,
dimana Dia ada disitu juga kita ada di sana. Karena itulah Firman Tuhan dalam
kondisi sekarang ini walaupun sangat sulit bagi kita harus keluar dengan
berbagai hal, berfikir oleh karena keadaan dan kondisi ini, tapi biarlah di
dalam merayakan hari kenaikan Yesus Kristus ke sorga yang mengajar kita untuk
harus tabah, mengarahkan diri kita kepada Tuhan. Kata Firman Tuhan dalam Kolose
3: 1 & 2 berkata “Karena itu, kalau kamu dibangkitkan
bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada,
duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di
bumi.”
Kita harus memiliki ketabahan Hati dalam menantikan kedatangan kristus pada kali yang kedua kita harus tabah Yaitu:
Kita harus memiliki ketabahan Hati dalam menantikan kedatangan kristus pada kali yang kedua kita harus tabah Yaitu:
1.
Tabah dalam Proses pembentukan
2.
Tabah dalam Penderitaan
3.
Tabah Hingga Kekekalan.
Tuhan
memberkati kita semua dengan Firmannya Amin.
Selamat Merayakan Hari
Kenaikan Yesus Kristus Kesorga. Tuhan Memberkati Kita semua
Tidak ada komentar:
Posting Komentar