DAMAI
SEJAHTERA KUTINGGALKAN BAGIMU
Yohanes
14:27
Adakah diantara kita yang memiliki
pengalaman bepergian meninggalkan rumah pergi ke suatu tempat atau ke satu
daerah? Tentu saja Pada waktu kita
hendak meninggalkan rumah, kita akan mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh orang-orang yang tinggal
di rumah. Seperti makanan pakaian dan hal-hal yang dibutuhkan. Tentu saja seorang ibu akan merasa sangat
gelisah ketika meninggalkan rumah dan tidak meninggalkan sesuatu yang menjadi
kebutuhan anggota rumah yang tinggal.
Pembacaan kita pada hari ini ini
berbicara tentang Yesus yang berbicara mengungkapkan bahwa ia sangat mengasihi
murid-muridNya. di sini juga ia
memberitakan akan kenaikanNya ke surga.
Jadi Jauh sebelum peristiwa ini terjadi sesungguhnya Yesus telah
menyampaikan kepada murid-muridnya bahwa ia akan kembali kepada Bapa. dalam
ayat yang ke-28 pembacaan kita disitu Yesus mengatakan "Aku akan
pergi". sebelum ia pergi ia tahu
bahwa murid-murid yang akan ia tinggalkan akan mengalami saat dimana banyak
kesulitan, banyak kesukaran yang akan mereka alami. mungkin mereka akan galau
mereka akan kesepian, itu sebabnya
ketika Yesus mengatakan bahwa ia hendak meninggalkan mereka Maka Yesus
mengatakan juga bahwa bahwa Ia meninggalkan sesuatu untuk murid-muridNya. Apa
yang ditinggalkan oleh Yesus? yang ditinggalkan Yesus adalah damai sejahtera.
Tertulis jelas : damai sejahtera Kutinggalkan bagimu, damai sejahteraKu
kuberikan kepadamu. itu yang dikatakan
oleh Tuhan Yesus sebagai sebuah jaminan untuk menjalani kehidupan. Sebagai
sebuah modal untuk murid-muridnya menjalani hidup tanpa Yesus di tengah-tengah
dunia ini. Damai sejahtera dia berikan kepada murid-muridnya. Pagi hari ini kita akan belajar bersama-sama
tentang damai sejahtera yang ditinggalkan untuk kita
I. Damai
sejahtera itu bersumber dari Yesus
Damai sejahtera itu yang diberikan
kepada murid-muridnya adalah bersumber dari Yesus. ayat 27 ini di sini ada 2 kata yang sangat
penting yaitu :damai sejahteraKU"
IA mengatakan bahwa yang ditinggalkan itu adalah milikNya, sesuatu yang IA punya, itulah yang IA
tinggalkan untuk murid-muridnya. dan
yang dia berikan itu tidaklah sama dengan damai yang juga bisa diberikan oleh
oleh dunia ini. Yesus tahu bahwa yang
menjadi kebutuhan manusia adalah damai di dunia ini l. setidaknya ada 8000
perjanjian damai yang pernah dibuat dan hampir semuanya juga pernah dilanggar,
Yesus memberikan damaiNya dan damai yang Ia berikan itu tidak sama dengan yang
diberikan oleh manusia. Mengapa
perjanjian damai di antara manusia selalu gagal? selalu dilanggar? oleh karena ketika manusia
yang berjanji semuanya itu berpikir tentang untung rugi. Tetapi yang Yesus berikan adalah sesuatu yang
menetap dalam diri orang percaya dan ini adalah kasih karunia semata. Dan ini dialami terjadi ketika seseorang
mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan Yesus. DIa telah mengerjakan
dengan sempurna sebelum ia kembali ke surga yaitu mendamaikan manusia dengan
Allah, karena sebenarnya masalah terbesar yang dialami manusia adalah bagaimana
memulihkan hubungan yang rusak antara manusia dengan Allah. Antara Allah yang kudus dan Manusia yang berdosa
tidak bisa untuk membangun hubungan kembali.
Itulah sebabnya Yesus datang mati dikayu salib memberikan hidupnya dan
menebus manusia sehingga hubungan manusia diperdamaikan kembali dengan
Allah. Itulah sebabnya Yesus berkata
damai sejahteraKU. dialah yang
memberikan damai sejahtera itu
Jika kita memiliki damai sejahtera itu maka kita akan
diberikan kemenangan dan kemampuan untuk menghadapi banyak hal di hari-hari
yang berat ini. Perkataan Tuhan Yesus
Ini juga diperuntukkan untuk kita semua sebagai milik kesayangannya yang dibelinya
dengan darah yang mahal. sebelum IA kembali ke surga Ia juga mengatakan
masa-masa yang sulit dan hari-hari yang berat serta keadaan-keadaan yang tidak
seperti yang diinginkan oleh manusia. Semua itu akan terjadi menjelang
kedatanganNya pada kali yang kedua.
orang percaya diberi modal untuk menghadapi keadaan seperti itu yaitu
dengan memiliki damai di dalam hidupnya.
jika hidup kita telah memiliki Damai itu berarti kita diperdamaikan
dengan Allah jika kita memiliki Damai itu maka kita akan mampu bersukacita kita
akan mampu untuk menghadapi setiap keadaan keadaan yang sulit yang terjadi
dalam hidup ini.
Jika diantara kita masih ada yang
terus mencari damai di luar dari Kristus di dunia ini, kita tidak akan pernah
menemukan. Damai yang sesungguhnya hanya ada di dalam Yesus Kristus. karena itu perjumpaan kita secara pribadi
dengan Yesus adalah pintu dan jalan untuk
kita menerima damai yang Yesus janjikan.
Dalam Injil Matius..... Yesus berkata: “Marilah kepadaku semua yang letih lesu dan
berbeban berat aku akan memberi kelegaan kepadamu”. Dialah yang sanggup memberikan kelegaan bagi
kita dan memberikan kepada kita ketenangan. Dalam pembacaan kita tadi dikatakan
bahwa Janganlah gelisah dan gentar hatimu.
Adanya virus Corona ini membuat begitu banyak
kegelisahan, kecemasan. ketakutan dan
kekuatiran, tetapi dengan memiliki Damai itu maka kita akan mampu untuk
menghadapinya.
Perhatikanlah bahwa
pada suatu peristiwa setelah kebangkitan Yesus, murid-muridNya berkumpul di satu rumah,
mereka mengunci rapat-rapat rumah tempat mereka berkumpul entah apa yang ada
dipikiran mereka pada saat itu Yesus datang di tengah-tengah mereka dan datang
untuk mengatakan bahwa Ia hadir memberi
damai sejahtera.
ketika saat sekarang ini kita di rumah saja kita
banyak waktu di rumah bekerja dari rumah belajar dari rumah apa yang kita
rasakan? di rumah mungkin kita lelah mungkin kita capek, anak-anak sudah mulai bosan berada di rumah
tetapi Yesus yang naik ke surga berjanji bahwa Ia datang ke rumah kita untuk
memberikan damai sejahtera. yang sangat
penting bagi kita semua udalah memiliki damai sejahtera itu.
II. Damai
sejahtera itu untuk hidup bersama-sama
Damai sejahtera yang diberikan oleh
Yesus itu tidak diperuntukkan hanya untuk diri kita sendiri supaya kita kuat,
supaya kita sanggup menghadapi keadaan apapun di dunia ini, tetapi damai
sejahtera itu juga diberikan untuk kehidupan kita bersama-sama. Kalau sekarang
ini kita mendengar himbauan pemerintah untuk kita melakukan social distancing
atau fisikal dispensing atau jaga jarak, memang ini harus kita lakukan. tetapi damai sejahtera itu berbicara hubungan
hati dari satu orang kepada orang lain, bahwa dalam kehidupan bersama sama
damai sejahtera itu sangat penting.
Mari kita buka dalam filipi pasal
4:2. Disini rasul Paulus memperingati dua orang perempuan yaitu Eunike dan
Sintikhe. Mereka berdua sepertinya sedang mengalami persoalan, ada
ketidakcocokan di antara mereka ini padahal kedua orang ini adalah pelayan
Tuhan. sepertinya mereka tidak saling
bermusuhan karena kita tidak menemukan nasehat Paulus bahwa
mereka harus saling mengampuni. tetapi
mereka diajak untuk Sehati sepikir. di sini kita melihat bahwa dalam hubungan
emosi antara kedua orang ini ada hal yang kurang beres sehingga pada waktu itu
Rasul Paulus mengingatkan mereka bahwa mereka harus Sehati mereka harus
serpikir didalam TUHAN. bagaimana supaya
ini bisa terjadi ini bisa terjadi? Sesungguhnya ini bisa terjadi karena pada
diri orang orang yang sudah percaya sesungguhnya Tuhan telah memberikan damai
sejahtera. Dan harus kita pergunakan dalam kehidupan bersama sama. Berhasil
tidaknya sebuah pelayanan, Berhasil tidaknya sebuah pekerjaan atau untuk
menghasilkan karya-karya yang besar maka tentunya kita membutuhkan orang-orang
lain dalam hidup kita. Kita sebagai manusia tentu tidak bisa hidup sendiri, kita membutuhkan orang lain karena itu sangat
penting bagi kita supaya damai sejahtera yang ada pada diri kita itu kita
pergunakan dalam kehidupan bersama-sama.
Perbedaan bisa saja terjadi, persoalan
Mungkin saja bisa terjadi tetapi kita tidak boleh kehilangan damai
sejahtera. tugas dan fungsi kita sebagai
pembawa terang Kristus harus tetap kita lakukan, kita harus tetap Kerjakan
dengan sebaik-baiknya.
di dalam keluarga, kita hadir di sana
sebagai seorang suami, sebagai seorang istri, sebagai anak-anak muda sebagai
Oma Opa, sebagai anak-anak dalam
keluarga, kita harus hadir dengan memberikan damai sejahtera dialami dan
dinikmati oleh semua keluarga kita. demikian juga dalam tugas dan pekerjaan kita
setiap hari. hubungan kita dengan rekan kerja, hubungan kita dengan atasan,
dengan bawahan atau dengan siapa saja seharusnya disitu kita mempraktekkan damai sejahtera itu. Agar damai sejahtra juga bisa dinikmati oleh
orang-orang lain. Ketika hari ini kita
lakukan maka sesungguhnya pada saat itu juga kita sedang melakukan apa yang
menjadi tugas kita sebagai anak-anak Tuhan di tengah-tengah dunia, ini lewat
kesaksian hidup kita yang penuh dengan damai sejahtera, lewat cara hidup kita menghadapi persoalan
kehidupan, maka itu akan menjadi contoh yang baik, menjadi teladan bagi
orang-orang yang belum percaya dan mengenal Tuhan sebagai juruselamat.
Ketika kita memiliki damai sejahtera maka yang terjadi
adalah kita akan menikmati persekutuan kita akan menghargai perbedaan perbedaan
perbedaan dan kita akan mengalami berkat-berkat dari Allah
Dalam ayat 7 filipi pasal 4 setelah
Rasul Paulus mengingatkan Eunike dan Sintikhe untuk mereka Sehati sepikir maka
pada akhirnya dalam ayat ketujuh
dikatakan bahwa "damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal akan
memelihara hati dan pikiranmu di dalam kristus Yesus" inilah yang akan terjadi ketika kita
memberikan pikiran dan hati kita untuk hidup dalam damai sejahtera. hati kita
akan dipelihara dengan damai sejahtera.
bayangkan bapak-ibu yang dikasihi Tuhan Ketika pikiran
dan hati kita yang menjaganya adalah damai sejahtera maka tentu kita bisa
menikmati kehidupan ini. Ukuran
kebahagiaan tentu hanya satu yaitu damai sejahtera. sekalipun seseorang berlimpah harta Bendanya
namun kalau ia tidak memiliki damai sejahtera maka hidupnya akan penuh dengan
kegelisahan ,hidupnya akan terasa hambar dia akan mengalami kekacauan bahkan
begitu banyak orang yang pada akhirnya mengambil tindakan-tindakan yang salah
atau keliru oleh karena ia tidak memiliki damai sejahtera Tuhan.
Marilah kita hadir memberikan damai
yang ada pada kita kepada siapa saja disekitar kita. Tuhan memberkati kita
dengan Firmannya Amin. Pdt.
Tirza Aprioritha
Tidak ada komentar:
Posting Komentar