Gereja KIBAID Jemaat Kendari mengucapkan, Selamat Datang di Blog ini dan Terima Kasih atas Kunjungan Anda, Tuhan Yesus Memberkati...

Sabtu, 23 Mei 2020

Renungan Ibadah Minggu, 24 Mei 2020 (Ibadah di Rumah)


DAMAI SEJAHTERA KUTINGGALKAN BAGIMU
Yohanes 14:27

Adakah diantara kita yang memiliki pengalaman bepergian meninggalkan rumah pergi ke suatu tempat atau ke satu daerah?  Tentu saja Pada waktu kita hendak meninggalkan rumah, kita akan mempersiapkan segala sesuatu  yang dibutuhkan oleh orang-orang yang tinggal di rumah. Seperti makanan pakaian dan hal-hal yang dibutuhkan.  Tentu saja seorang ibu akan merasa sangat gelisah ketika meninggalkan rumah dan tidak meninggalkan sesuatu yang menjadi kebutuhan anggota rumah yang tinggal.
Pembacaan kita pada hari ini ini berbicara tentang Yesus yang berbicara mengungkapkan bahwa ia sangat mengasihi murid-muridNya.  di sini juga ia memberitakan akan kenaikanNya ke surga.  Jadi Jauh sebelum peristiwa ini terjadi sesungguhnya Yesus telah menyampaikan kepada murid-muridnya bahwa ia akan kembali kepada Bapa. dalam ayat yang ke-28 pembacaan kita disitu Yesus mengatakan "Aku akan pergi".  sebelum ia pergi ia tahu bahwa murid-murid yang akan ia tinggalkan akan mengalami saat dimana banyak kesulitan, banyak kesukaran yang akan mereka alami. mungkin mereka akan galau mereka akan kesepian,  itu sebabnya ketika Yesus mengatakan bahwa ia hendak meninggalkan mereka Maka Yesus mengatakan juga bahwa bahwa Ia meninggalkan sesuatu untuk murid-muridNya. Apa yang ditinggalkan oleh Yesus? yang ditinggalkan Yesus adalah damai sejahtera. Tertulis jelas : damai sejahtera Kutinggalkan bagimu, damai sejahteraKu kuberikan kepadamu.  itu yang dikatakan oleh Tuhan Yesus sebagai sebuah jaminan untuk menjalani kehidupan. Sebagai sebuah modal untuk murid-muridnya menjalani hidup tanpa Yesus di tengah-tengah dunia ini. Damai sejahtera dia berikan kepada murid-muridnya.  Pagi hari ini kita akan belajar bersama-sama tentang damai sejahtera yang ditinggalkan untuk kita

I. Damai sejahtera itu bersumber dari Yesus
Damai sejahtera itu yang diberikan kepada murid-muridnya adalah bersumber dari Yesus.  ayat 27 ini di sini ada 2 kata yang sangat penting yaitu :damai sejahteraKU" IA mengatakan bahwa yang ditinggalkan itu adalah milikNya,  sesuatu yang IA punya, itulah yang IA tinggalkan untuk murid-muridnya.  dan yang dia berikan itu tidaklah sama dengan damai yang juga bisa diberikan oleh oleh dunia ini.  Yesus tahu bahwa yang menjadi kebutuhan manusia adalah damai di dunia ini l. setidaknya ada 8000 perjanjian damai yang pernah dibuat dan hampir semuanya juga pernah dilanggar, Yesus memberikan damaiNya dan damai yang Ia berikan itu tidak sama dengan yang diberikan oleh manusia.  Mengapa perjanjian damai di antara manusia selalu gagal?  selalu dilanggar? oleh karena ketika manusia yang berjanji semuanya itu berpikir tentang untung rugi. Tetapi  yang Yesus berikan adalah sesuatu yang menetap dalam diri orang percaya dan ini adalah kasih karunia semata.  Dan ini dialami terjadi ketika seseorang mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan Yesus. DIa telah mengerjakan dengan sempurna sebelum ia kembali ke surga yaitu mendamaikan manusia dengan Allah, karena sebenarnya masalah terbesar yang dialami manusia adalah bagaimana memulihkan hubungan yang rusak antara manusia dengan Allah. Antara  Allah yang kudus dan Manusia yang berdosa tidak bisa untuk membangun hubungan kembali.  Itulah sebabnya Yesus datang mati dikayu salib memberikan hidupnya dan menebus manusia sehingga hubungan manusia diperdamaikan kembali dengan Allah.  Itulah sebabnya Yesus berkata damai sejahteraKU.  dialah yang memberikan damai sejahtera itu
Jika kita  memiliki damai sejahtera itu maka kita akan diberikan kemenangan dan kemampuan untuk menghadapi banyak hal di hari-hari yang berat ini.  Perkataan Tuhan Yesus Ini juga diperuntukkan untuk kita semua sebagai milik kesayangannya yang dibelinya dengan darah yang mahal. sebelum IA kembali ke surga Ia juga mengatakan masa-masa yang sulit dan hari-hari yang berat serta keadaan-keadaan yang tidak seperti yang diinginkan oleh manusia. Semua itu akan terjadi menjelang kedatanganNya pada kali yang kedua.  orang percaya diberi modal untuk menghadapi keadaan seperti itu yaitu dengan memiliki damai di dalam hidupnya.  jika hidup kita telah memiliki Damai itu berarti kita diperdamaikan dengan Allah jika kita memiliki Damai itu maka kita akan mampu bersukacita kita akan mampu untuk menghadapi setiap keadaan keadaan yang sulit yang terjadi dalam hidup ini.
Jika diantara kita masih ada yang terus mencari damai di luar dari Kristus di dunia ini, kita tidak akan pernah menemukan. Damai yang sesungguhnya hanya ada di dalam Yesus Kristus.  karena itu perjumpaan kita secara pribadi dengan Yesus adalah pintu dan  jalan untuk kita menerima damai yang Yesus janjikan.  Dalam  Injil Matius..... Yesus berkata: “Marilah kepadaku semua yang letih lesu dan berbeban berat aku akan memberi kelegaan kepadamu”.  Dialah yang sanggup memberikan kelegaan bagi kita dan memberikan kepada kita ketenangan. Dalam pembacaan kita tadi dikatakan bahwa Janganlah gelisah dan gentar hatimu.
Adanya virus Corona ini membuat begitu banyak kegelisahan, kecemasan.  ketakutan dan kekuatiran, tetapi dengan memiliki Damai itu maka kita akan mampu untuk menghadapinya.
Perhatikanlah bahwa  pada suatu peristiwa setelah kebangkitan Yesus,  murid-muridNya berkumpul di satu rumah, mereka mengunci rapat-rapat rumah tempat mereka berkumpul entah apa yang ada dipikiran mereka pada saat itu Yesus datang di tengah-tengah mereka dan datang untuk mengatakan bahwa Ia hadir memberi  damai sejahtera. 
ketika saat sekarang ini kita di rumah saja kita banyak waktu di rumah bekerja dari rumah belajar dari rumah apa yang kita rasakan? di rumah mungkin kita lelah mungkin kita capek,  anak-anak sudah mulai bosan berada di rumah tetapi Yesus yang naik ke surga berjanji bahwa Ia datang ke rumah kita untuk memberikan damai sejahtera.  yang sangat penting bagi kita semua udalah memiliki damai sejahtera itu.

II. Damai sejahtera itu untuk hidup bersama-sama
Damai sejahtera yang diberikan oleh Yesus itu tidak diperuntukkan hanya untuk diri kita sendiri supaya kita kuat, supaya kita sanggup menghadapi keadaan apapun di dunia ini, tetapi damai sejahtera itu juga diberikan untuk kehidupan kita bersama-sama. Kalau sekarang ini kita mendengar himbauan pemerintah untuk kita melakukan social distancing atau fisikal dispensing atau jaga jarak, memang ini harus kita lakukan.  tetapi damai sejahtera itu berbicara hubungan hati dari satu orang kepada orang lain, bahwa dalam kehidupan bersama sama damai sejahtera itu sangat penting. 
Mari kita buka dalam filipi pasal 4:2. Disini rasul Paulus memperingati dua orang perempuan yaitu Eunike dan Sintikhe. Mereka berdua sepertinya sedang mengalami persoalan, ada ketidakcocokan di antara mereka ini padahal kedua orang ini adalah pelayan Tuhan.  sepertinya mereka tidak saling bermusuhan  karena  kita tidak menemukan nasehat Paulus bahwa mereka harus saling mengampuni.  tetapi mereka diajak untuk Sehati sepikir. di sini kita melihat bahwa dalam hubungan emosi antara kedua orang ini ada hal yang kurang beres sehingga pada waktu itu Rasul Paulus mengingatkan mereka bahwa mereka harus Sehati mereka harus serpikir didalam TUHAN.  bagaimana supaya ini bisa terjadi ini bisa terjadi? Sesungguhnya ini bisa terjadi karena pada diri orang orang yang sudah percaya sesungguhnya Tuhan telah memberikan damai sejahtera. Dan harus kita pergunakan dalam kehidupan bersama sama. Berhasil tidaknya sebuah pelayanan, Berhasil tidaknya sebuah pekerjaan atau untuk menghasilkan karya-karya yang besar maka tentunya kita membutuhkan orang-orang lain dalam hidup kita. Kita sebagai manusia tentu tidak bisa hidup sendiri,  kita membutuhkan orang lain karena itu sangat penting bagi kita supaya damai sejahtera yang ada pada diri kita itu kita pergunakan dalam kehidupan bersama-sama.  Perbedaan bisa saja terjadi, persoalan  Mungkin saja bisa terjadi tetapi kita tidak boleh kehilangan damai sejahtera.  tugas dan fungsi kita sebagai pembawa terang Kristus harus tetap kita lakukan, kita harus tetap Kerjakan dengan sebaik-baiknya.
            di dalam keluarga, kita hadir di sana sebagai seorang suami, sebagai seorang istri, sebagai anak-anak muda sebagai Oma Opa,  sebagai anak-anak dalam keluarga, kita harus hadir dengan memberikan damai sejahtera dialami dan dinikmati oleh semua keluarga  kita.  demikian juga dalam tugas dan pekerjaan kita setiap hari. hubungan kita dengan rekan kerja, hubungan kita dengan atasan, dengan bawahan atau dengan siapa saja seharusnya disitu  kita mempraktekkan damai sejahtera itu.  Agar damai sejahtra juga bisa dinikmati oleh orang-orang lain.  Ketika hari ini kita lakukan maka sesungguhnya pada saat itu juga kita sedang melakukan apa yang menjadi tugas kita sebagai anak-anak Tuhan di tengah-tengah dunia, ini lewat kesaksian hidup kita yang penuh dengan damai sejahtera,  lewat cara hidup kita menghadapi persoalan kehidupan, maka itu akan menjadi contoh yang baik, menjadi teladan bagi orang-orang yang belum percaya dan mengenal Tuhan sebagai juruselamat.
Ketika kita memiliki damai sejahtera maka yang terjadi adalah kita akan menikmati persekutuan kita akan menghargai perbedaan perbedaan perbedaan dan kita akan mengalami berkat-berkat dari Allah
Dalam ayat 7 filipi pasal 4 setelah Rasul Paulus mengingatkan Eunike dan Sintikhe untuk mereka Sehati sepikir maka pada akhirnya dalam  ayat ketujuh dikatakan bahwa "damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal akan memelihara hati dan pikiranmu di dalam kristus Yesus"  inilah yang akan terjadi ketika kita memberikan pikiran dan hati kita untuk hidup dalam damai sejahtera. hati kita akan dipelihara dengan damai sejahtera.
bayangkan bapak-ibu yang dikasihi Tuhan Ketika pikiran dan hati kita yang menjaganya adalah damai sejahtera maka tentu kita bisa menikmati kehidupan ini.  Ukuran kebahagiaan tentu hanya satu yaitu damai sejahtera.  sekalipun seseorang berlimpah harta Bendanya namun kalau ia tidak memiliki damai sejahtera maka hidupnya akan penuh dengan kegelisahan ,hidupnya akan terasa hambar dia akan mengalami kekacauan bahkan begitu banyak orang yang pada akhirnya mengambil tindakan-tindakan yang salah atau keliru oleh karena ia tidak memiliki damai sejahtera Tuhan.
Marilah kita hadir memberikan damai yang ada pada kita kepada siapa saja disekitar kita. Tuhan memberkati kita dengan Firmannya  Amin. Pdt. Tirza Aprioritha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar