Gereja KIBAID Jemaat Kendari mengucapkan, Selamat Datang di Blog ini dan Terima Kasih atas Kunjungan Anda, Tuhan Yesus Memberkati...

Sabtu, 25 April 2020

Renungan Minggu, 26 April 2020 (Ibadah di Rumah)


MENGALAMI KEMENENGAN

Teks : Roma 12:12
"Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!"

Jemaat yang diberkati Tuhan
Perjalanan kehidupan kita sebagai orang yang percaya sering mengalami pergumulan berat dan akan menghadapi masa-masa yang sukar seperti yang tertulis dalam 2 Timotius 3:1 "Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar." Ini menandakan bahwa Situasi dan kondisi di dunia ini akan semakin memburuk di hari-hari terakhir ini, seperti meningkatnya kejahatan, standar moral yang semakin turun, kehidupan yang sulit dalam hal finansial, tingkat kesehatan dan kesejahteraan yang semakin menurun, tekanan ekonomi, ketakutan, kekuatiran dan lain lain sebaginya.
Kondisi  sulit seperti ini menyebabkan banyak orang mulai lemah dan kehilangan imannya kepada Tuhan dan mengalami goncangan dalam hati dan pikirannya. Tetapi  hanya tangan murah Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus, maka kita memiliki pengharapan baru yang memberikan kekuatan untuk terus berjalan dalam iman sampai memperoleh kegenapan janji yang sempurna dalam kekekalan. 
Jemaat yang diberkati Tuhan
Hanya dalam Tuhan Yesus ada pengharapan dan pengharapan itu tidak mengecewakan karena Tuhan Yesus adalah Allah yang setia, Dia sanggup dan selalu menepati janji yang diberikan-Nya kepada kita. Inilah pengharapan yang kuat bagi jiwa kita. (Roma 5:5 ; Ibrani 6:19). Situasi yang sulit terkadang memaksa kita manusia untuk merasa tidak ada pengharapan dalam kehidupan ini. Dengan begitu, manusia kalah dengan situasi dan kondisi yang dihadapi. Tetapi sebagai orang percaya, kita tidak boleh lemah, kita harus menjadi pemenang ditengah situasi yang sulit seperti yang kita hadapi saat ini.
      Pada saat mengalami masalah, pergumulan, sakit penyakit, Pandemi Covid19 dan setumpuk persoalan lain dalam hidup ini. Masih adakah pengharapan kita kepada Tuhan ? Apakah kita yakin bahwa Tuhan sanggup menolong dan memberikan kemengana  atas semua persoalan yang kita alami? Mari kita melihat bersama, bagaimana supaya kita  bisa bisa mengalami pemenang.

I.     Milikilah Sukacita dalam pengharapan

Jemaat yang diberkatio Tuhah
Umumnya orang bersukacita karena ada alasan untuk bersukacita. misalnya orang bersukacita karena mendapat berkat, kenaikan gaji, kenaikan jabatan, mendapat mobil baru dan lain lain sebagainya. Sukacita semacam ini bersifat sementara dan akan pudar.   
 Kata “bersukacitalah dalam pengharapan” tidak sekedar sukacita yang diakibatkan oleh hal-hal jasmani, namun sukacita ini sangat dalam dan bersifat kekal. Dekimian juga Pengharapan adalah sesuatu yang di impikan dan di imani, walau belum nyata sekarang tetapi kita bersukacita untuk menantikannya. Alasannya karena kita telah di tebus dan diselamatkan oleh Tuhan Yesus sambil menanti kedatangannya kita menunggu di dalam sukacita yang melimpah. Surat Ibrani menuturkan: Pengharapan itu seperti sauh yang kuat yang aman bagi jiwa kita”. Pengharapan memang tidak nampak tetapi memberikan kekuatan dan dorongan yang olehnya kita dapat bersukacita.
        
Jemaat yang diberkati Tuhan 
Kata Sukacita ini menggunakan kata “joy” dan bukan  “happy” meskipun sukacita dalam bahasa Inggris juga dipakai kata ”happy”.
Kata Happy: itu tergantung situasi atau kondisi. Misalnya Ketika kita diberkati kita akan          merasa senan,  bahagia, sukacita, tapi ketika tidak ada berkat semua kesenangan dan sukacita hilang. Sedangkan kata Joy: ini tidak tergantung pada situasi dan kondisi, tetapi dalam kondisi apapun tetap sukacita. Kita bisa bersukacita karena dalam setiap masalah dan tantangan selalu ada pengharapan. Dan pengharapanlah yang memberikan kekuatan untuk terus berjalan dalam iman dan ketaatan kepada Firman-Nya.  Seperti Jemaat di Makedonia  dijelaskan dalam 2 Korintus 8:1-2, "Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia. Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan."
           Disini menjelaskan bahwa jemaat di makedonia bersukacita dalam pengharapan sekalipun di tengah kondisi yang tidak baik, kondisi yang tidak memungkinkan untuk bersukacita mereka tetap bersukacita, juga dalam Surat Filipi terkenal sebagai surat “sukacita” karena Paulus banyak menulis dan menasihatkan jemaat di Filipi supaya mereka bersukacita walaupun pada waktu itu diketahui bahwa ketika Paulus menulis surat ini, dia ada dalam penjara (Filipi 1:13).  

Jemaat yang dikasihi Tuhan
           Untuk mengalami kemenangan dalam hidup ini, Firman Tuhan menegaskan kepada kita supaya kita Bersukacita dalam segala keadaan karena Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya yang berharap kepada-Nya. Bahkan dalam masa-masa yang sulit dan berat sekalipun, Dia ingin memperkenalkan diri-Nya sebagai Allah yang berkuasa dan sanggup menolong. Dengan Pengenalan kita yang semakin dalam tentang Allah, akan menghasilkan iman yang semakin kuat dan kita akan menjadi umat-Nya yang bertindak; Sebagaimana yang dijelaskan dalam Kitab Daniel 11:32"Tetapi umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak”. Dalam Kitab Amsal menggunakan kata bijak, “Hati yang gembira adalah obat”. Ketika kita bersukacita maka semua bisa dijalani dengan damai dan tenang. Sukacita dalam Tuhan membuat kita mendapat kekuatan baru, supaya kita memperoleh kemenangan.

II.      Miliki Kesaabar Dalam Kesesakan.
Jemaat yang dikasihi Tuhan
         Kita tentu telah mengetahui arti kata "sabar". Sabar artinya tahan menghadapi cobaan, tidak lekas putus asa, tidak lekas patah semangan dll. Sabar juga mengandung pengertian tenang; tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu. Dan untuk kata "kesesakan' artinya kesempitan, kepicikan atau kesukaran. Kata ini dalam Alkitab salinan aslinya memakai kata "Thlipsis" yang artinya adalah penganiayaan, penindasan, kesusahan dan penderitaan

Jemaat yang diberkati Tuhan
          Pikiran Banyak orang untuk melakukan segala sesuatu serba cepat, terburu-buru tanpa pikir panjang.  Karena itu Paulus menasihati jemaat yang ada di Roma, dikatakan  "...sabarlah dalam kesesakan,..."  Sabar dalam kesesakan artinya ketika sedang dalam masalah, kesulitan, tantangan atau beban dan pergumlan hidup, kita tidak lagi bersungut-sungut atau mengeluh.  Namun kita selalu memiliki penyerahan diri penuh kepada Tuhan. 
Semua persoalan yang terjadi kita sandarkan kepada Tuhan dalam rencana dan kehendakNya.     Sabar dalam kesesakan juga berarti kita mau menunggu waktu Tuhan untuk dinyatakan bagi kita.  Jadi kita tidak akan pernah mengambil jalan pintas dan menuruti kemauan kita sendiri.  Sebaliknya kita akan rela dan tekun menantikan waktu Tuhan tanpa harus mempersoalkan apakah masa penantian itu cepat atau lambat.  Seperti yang dikatakan Daud,  "...semua orang yang menantikan Engkau takkan mendapat malu;"  (Mazmur 25:3a). 
Orang yang sabar menantikan waktu Tuhan dalam hatinya dan selalu ada ucapan syukur;  ia mengucap syukur bukan untuk penderitaan atau kesesakan yang menimpanya, tetapi untuk penyertaan dan kasih setia Tuhan yang senantiasa dinyatakan dalam hidupnya.  Ketika Tuhan menyertai hidup kita di sepanjang hari, segala perkara dapat kita atasi dan lalui, karena  "...Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan..."  (Roma 8:28).  Itulah sebabnya FirmanNya mengajar kita untuk tetap bersukacita karena ada pengharapan di dalam Tuhan.  Seperti seorang wanita yang sakit pendarahan selama 12 tahun, menghabiskan banyak hartanya untuk menjalani pengobatan ternyata tidak memberikan hasil seperti yang diharapkan. Namun ketika  wanita ini mendengar tentang segala pelayanan yang dilakukan Tuhan Yesus, muncullah dalam dirinya  iman dan pengharapan akan kesembuhan. Dan pada waktu wanita ini mendengar bahwa Yesus akan melewati daerah tempat tinggalnya, dengan Iman dan pengharapan itu menjadi nyata ketika dia menyentuh jubah Yesus.
Jemaat yang di kasihi Tuhan
             Kesabaran wanita ini selama 12 tahun menjadi teladan bagi kita untuk sabar dalam masa-masa kesesakan, termasuk kita dalam kondisi Menyebarnya Virus Covid19 yang mana banyak hal yang mengharuskan kita untuk sabar seperti, sabar untuk tdak keluar rumah, sabar mengikuti anjuran pemerintah, sabar untuk tdak beraktifitas seperti biasany dan lain lain sbagainya. Memang tidak mudah menjalani masa-masa yang sukar,  tetapi pengharapan dalam Kristus akan memberikan kekuatan bagi kita untuk menanggungnya.
           Tujukan mata kita kepada Yesus yang memampukan kita untuk sabar dalam masa sulit. FirmanNya dalam Ibrani 12:2 "Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah".  
Kesulitan atau pergumulan hidup itulah yang sebenarnya mendidik kita semakin kuat dan semakin bersyukur dalam menjalani hidup ini.
            Jadi nasehat rasul Paulus untuk bersabar dalam kesesakan maksudnya adalah supaya jemaat di Roma tetap tabah, tenang, tahan dalam menghadapi cobaan dan ujian-ujian yang akan mereka hadapi dalam masa-masa kesusahan. Hal ini sejalan dengan pengajaran Yesus kepada para pengikutnya dalam ucapan Bahagia yang mengatakan: "Berbahagialah kamu , jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu" (Matius 5:11-12). Penderitaan dan kesesakan yang dialami oleh orang percaya akan menghasilkan upah yang besar di sorga, bukan di dunia ini. Karena dunia ini fana dan bukan tempat tinggal yang abadi bagi kita, karena di mana suatu waktu nanti akan kita tinggalkan dalam kematian tubuh jasmani kita. Tetapi sorga yang mulia adalah tempat tinggal kita yang abadi, di mana kita akan pergi ke sana dan memerintah bersama Yesus Tuhan kita dalam kemuliaan untuk selama-lamanya. Inilah yang menjadi pengharapan kita dalam mengikut Tuhan. Karena itu, biarlah kita tetap sabar karena Tuhan akan memberikan kekuatan dan kesanggupan untuk menghadapinya. Tuhan juga pasti akan memberikan pertolongan di batas kesabaran yang telah ditetapkan-Nya. Tetaplah beriman dengan berkata: "Sekali Yesus, tetap Yesus!"

III.             Bertekun Dalam Doa/ Milikilah Ketekunan dalam Doa
Jemaat yang dikasihi Tuhan
         Bertekun menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah berkeras hati dan sungguh-sungguh serta tetap berpegang teguh. Artinya tidak tergoyahkan, terus berpegang kepada pengharapan dalam Kristus dan sungguh-sungguh hidup dalam pengharapan tersebut, serta memiliki ketekunan didalam doa. Surat Efesus mengatakan“Dalam segala doa dan permohonan.  Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang kudus” Efesus 6:18.
Doa menjadi bagian yang penting bagi orang per­caya, tetapi kesetiaan dan ketekunan dalam berdoa ter­kadang menjadi hal yang tidak mudah. Ada banyak faktor penyebab orang tidak tekun berdoa. Alasan uta­ma orang tidak tekun berdoa, karena merasa doanya tidak dijawab Tuhan juga atau terlalau lama jawaban doa dari Tuhan, atau mungkin karena faktor penyebab lainnya.

Jemaat yang dikasihi Tuhan.
           Untuk mengalami kemenangan dalam kondisi apapun, maka kita perlu bertekun dalam doa. Bertekun dalam doa dapat diartikan “terus berdoa atau tak berkeputusan” atau “setia berdoa.” Kehidupan Kristen yang normal itu identik dengan kehidupan yang bertekun dalam doa. Namun tidak berarti bahwa berdoa kemudian menjadi satu-satunya kegiatan kita (sekalipun pada bagian lain, Rasul Paulus mengatakan, “tetaplah berdoa” atau, “berdoalah tanpa henti” (1Tes. 5:17). Bertekun dalam doa, tidak jemu-jemu, siang dan malam, tidak akan pernah sia-sia. Ada kalanya jawaban Tuhan tidak akan segera datang. Mungkin waktunya belum tepat, mungkin Tuhan ingin menguji keteguhan dan ketekunan kita, tapi pada saatnya, Tuhan akan menolong dan memberkati kita sesuai janji-janjiNya. Itu adalah sebuah kebenaran yang sifatnya pasti.
Ketika kita bertekun dalam doa mengajarkan bahwa kita tidak sanggup menghadapi hidup di dunia ini dengan kekuatan sendiri, bertekun dalam doa mengarahkan kita untuk bersikap berserah dan berharap pada Allah dan bergantung pada kekuatan dan pertolongan serta belas kasih-Nya. Kekuatan doa biasanya tidak langsung terlihat dengan kasat mata, tetapi orang-orang yang biasa mengandalkan kekuatan dan pertolongan Tuhan dapat melihat kedahsyatan dan keajaiban dari kekuatan doa, yang sesungguhnya merupakan demonstrasi kasih dan kebaikan Tuhan. Seperti seorang janda dalam perumpamaan Tuhan Yesus, yang terus menerus minta pembelaan dari seorang hakim pada akhirnya Sang Hakim bersedia membela perkaranya. Sekalipun hakim itu tidak takut terhadap siapapun tetapi karena ketekunan janda ini akhirnya memutuskan untuk membelanya. Tuhan akan membenarkan orang pilihan-Nya yang terus berdoa dalam ketekunan.

Jemaat yang diberkati Tuhan
Kekuatan doa tidak hanya untuk menghasilkan jawaban doa, tetapi juga membentuk orang yang berdoa memiliki karakter Kristus dalam dirinya. Semakin banyak berdoa, maka semakin intim hubungan kita dengan Tuhan dan keintiman itu akan mengubah diri kita menjadi semakin serupa dengan Kristus.
            Apaklah yang menjadi beban hidup kita saat ini? Datanglah pada Kristus dan jangan pernah untuk berhenti berharap pada-Nya. Karena orang-orang yang berharap pada Tuhan tidak akan pernah dikecewakan, mujizat selalu tersedia bagi orang yang berharap pada-Nya. Percayalah terus kepada Kristus sekalipun saat ini kita belum menemukan jalan keluar. Teruslah bertekun dalam doa, karena lewat doa roh kita akan selalu diberi kekuatan, sukacita dan hadirat Tuhan akan mewarnai hidup kita. Hindarilah ketidaksabaran yang bisa mengarahkan kita kepada rupa-rupa kesesatan ketika kita memilih untuk mencari alternatif atau jalan pintas yang bisa membinasakan. Adalah jauh lebih penting untuk membina hubungan karib dengan Tuhan, dan sarana untuk itu adalah melalui doa. Oleh sebab itu tetaplah bertekunlah berdoa tanpa jemu-jemu. Sejauh mana kita mampu bergantung dan mau mengandalkan Tuhan akan terukur atau terlihat dari kesetiaan kita dalam berdoa. "Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia." (Ibrani 10:23). Tetaplah berharap,sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah di dalam doa. 

Jemaat yang dikasihi Tuhan
Apa pun beban hidup kita saat ini, datanglah kepada Tuhan Yesus dan tetaplah berharap kepada-Nya. Apabila saat ini kita menghadapi berbagai permasalahan, baik itu dalam keluarga, pekerjaan, maupun pelayanan, tetaplah berdoa. Percayalah Tuhan akan menyelesaikan segala permasalahan kita. Teruslah bertekun dalam doa. Kekuatan yang kita temukan dalam doa akan menumbuhkan kesabaran dan ketekunan kita. Biarlah ketika Tuhan menggenapi janji pertolongan-Nya, hal itu bisa menjadi kesaksian bagi kemuliaan-Nya. Agar orang banyak dapat melihat pengharapan dalam Kristus dan mereka pun bangkit di dalam-Nya. Saat itulah, revival/Kebangkitan dapat dinyatakan dengan dahsyat. Tetap berdoa dan terus menerus ber­sandar serta bersekutu dengan Bapa di sorga di dalam nama Tuha Yesus. Doa akan mem­buat kerohanian kita selalu terjaga untuk menyongsong kedatang Kristus untuk kedua kali. Biarlah Frman ini menjadi berkat bagi kita sekalian. Amin.