MENGALAMI
KEMENENGAN
Teks : Roma
12:12
"Bersukacitalah
dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!"
Perjalanan kehidupan kita sebagai orang yang percaya sering mengalami
pergumulan berat dan akan menghadapi masa-masa yang sukar seperti yang tertulis
dalam 2 Timotius 3:1 "Ketahuilah
bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar." Ini
menandakan bahwa Situasi dan kondisi di dunia ini akan semakin memburuk di
hari-hari terakhir ini, seperti meningkatnya kejahatan, standar moral yang
semakin turun, kehidupan yang sulit dalam hal finansial, tingkat kesehatan dan
kesejahteraan yang semakin menurun, tekanan ekonomi, ketakutan, kekuatiran dan
lain lain sebaginya.
Kondisi sulit seperti
ini menyebabkan banyak orang mulai lemah dan kehilangan imannya kepada Tuhan
dan mengalami goncangan dalam hati dan pikirannya. Tetapi hanya tangan murah Allah di dalam Tuhan Yesus
Kristus, maka kita memiliki pengharapan baru yang memberikan kekuatan untuk
terus berjalan dalam iman sampai memperoleh kegenapan janji yang sempurna dalam
kekekalan.
Jemaat yang diberkati Tuhan
Hanya dalam Tuhan Yesus ada pengharapan dan pengharapan itu tidak mengecewakan
karena Tuhan Yesus adalah Allah yang setia, Dia sanggup dan selalu menepati
janji yang diberikan-Nya kepada kita. Inilah pengharapan yang kuat bagi jiwa
kita. (Roma 5:5 ; Ibrani 6:19). Situasi yang sulit terkadang memaksa kita manusia
untuk merasa tidak ada pengharapan dalam kehidupan ini. Dengan begitu, manusia
kalah dengan situasi dan kondisi yang dihadapi. Tetapi sebagai orang percaya,
kita tidak boleh lemah, kita harus menjadi pemenang ditengah situasi yang sulit
seperti yang kita hadapi saat ini.
Pada saat mengalami masalah,
pergumulan, sakit penyakit, Pandemi Covid19 dan setumpuk persoalan lain dalam
hidup ini. Masih adakah pengharapan kita kepada Tuhan ? Apakah kita yakin
bahwa Tuhan sanggup menolong dan memberikan kemengana atas semua persoalan yang kita alami? Mari kita melihat bersama, bagaimana
supaya kita bisa bisa mengalami
pemenang.
I.
Milikilah
Sukacita dalam pengharapan
Jemaat yang diberkatio Tuhah
Umumnya orang
bersukacita karena ada alasan untuk bersukacita. misalnya orang bersukacita
karena mendapat berkat, kenaikan gaji, kenaikan jabatan, mendapat mobil baru
dan lain lain sebagainya. Sukacita semacam ini bersifat sementara dan akan
pudar.
Kata “bersukacitalah dalam pengharapan” tidak sekedar sukacita yang diakibatkan oleh hal-hal jasmani, namun sukacita ini sangat dalam dan bersifat kekal. Dekimian juga Pengharapan adalah sesuatu yang di impikan dan di imani, walau belum nyata sekarang tetapi kita bersukacita untuk menantikannya. Alasannya karena kita telah di tebus dan diselamatkan oleh Tuhan Yesus sambil menanti kedatangannya kita menunggu di dalam sukacita yang melimpah. Surat Ibrani menuturkan: Pengharapan itu seperti sauh yang kuat yang aman bagi jiwa kita”. Pengharapan memang tidak nampak tetapi memberikan kekuatan dan dorongan yang olehnya kita dapat bersukacita.
Kata “bersukacitalah dalam pengharapan” tidak sekedar sukacita yang diakibatkan oleh hal-hal jasmani, namun sukacita ini sangat dalam dan bersifat kekal. Dekimian juga Pengharapan adalah sesuatu yang di impikan dan di imani, walau belum nyata sekarang tetapi kita bersukacita untuk menantikannya. Alasannya karena kita telah di tebus dan diselamatkan oleh Tuhan Yesus sambil menanti kedatangannya kita menunggu di dalam sukacita yang melimpah. Surat Ibrani menuturkan: Pengharapan itu seperti sauh yang kuat yang aman bagi jiwa kita”. Pengharapan memang tidak nampak tetapi memberikan kekuatan dan dorongan yang olehnya kita dapat bersukacita.
Jemaat yang diberkati Tuhan
Kata Sukacita ini menggunakan kata “joy” dan bukan “happy” meskipun sukacita dalam bahasa Inggris juga dipakai kata ”happy”.
Kata Sukacita ini menggunakan kata “joy” dan bukan “happy” meskipun sukacita dalam bahasa Inggris juga dipakai kata ”happy”.
Kata Happy: itu
tergantung situasi atau kondisi. Misalnya Ketika kita diberkati kita akan merasa senan, bahagia, sukacita, tapi ketika tidak ada
berkat semua kesenangan dan sukacita hilang. Sedangkan kata Joy: ini tidak
tergantung pada situasi dan kondisi, tetapi dalam kondisi apapun tetap
sukacita. Kita bisa
bersukacita karena dalam setiap masalah dan tantangan selalu ada pengharapan. Dan
pengharapanlah yang memberikan kekuatan untuk terus berjalan dalam iman dan
ketaatan kepada Firman-Nya. Seperti Jemaat di Makedonia dijelaskan dalam 2 Korintus 8:1-2, "Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan
kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di
Makedonia. Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita
mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam
kemurahan."
Disini menjelaskan bahwa jemaat di
makedonia bersukacita dalam pengharapan sekalipun di tengah kondisi yang tidak
baik, kondisi yang tidak memungkinkan untuk bersukacita mereka tetap
bersukacita, juga dalam Surat Filipi terkenal sebagai surat
“sukacita” karena Paulus banyak menulis dan menasihatkan jemaat di Filipi
supaya mereka bersukacita walaupun pada waktu itu diketahui bahwa ketika Paulus
menulis surat ini, dia ada dalam penjara (Filipi 1:13).
Jemaat yang dikasihi Tuhan
Untuk mengalami kemenangan
dalam hidup ini, Firman Tuhan menegaskan kepada kita supaya kita Bersukacita
dalam segala keadaan karena Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya yang
berharap kepada-Nya. Bahkan dalam masa-masa yang sulit dan berat sekalipun, Dia
ingin memperkenalkan diri-Nya sebagai Allah yang berkuasa dan sanggup menolong.
Dengan Pengenalan kita yang semakin dalam tentang Allah, akan menghasilkan iman
yang semakin kuat dan kita akan menjadi umat-Nya yang bertindak; Sebagaimana yang dijelaskan dalam Kitab
Daniel 11:32"Tetapi umat yang
mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak”. Dalam Kitab Amsal
menggunakan kata bijak, “Hati yang gembira adalah obat”.
Ketika kita bersukacita maka semua bisa dijalani dengan damai dan tenang. Sukacita dalam Tuhan membuat kita mendapat kekuatan baru, supaya kita
memperoleh kemenangan.
II.
Miliki
Kesaabar Dalam Kesesakan.
Jemaat yang dikasihi Tuhan
Kita tentu telah mengetahui
arti kata "sabar". Sabar artinya tahan menghadapi cobaan, tidak lekas
putus asa, tidak lekas patah semangan dll. Sabar juga mengandung pengertian
tenang; tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu. Dan untuk kata
"kesesakan' artinya kesempitan, kepicikan atau kesukaran. Kata ini dalam
Alkitab salinan aslinya memakai kata "Thlipsis" yang artinya
adalah penganiayaan, penindasan, kesusahan dan penderitaan
Jemaat yang diberkati Tuhan
Pikiran Banyak orang untuk melakukan segala sesuatu serba cepat,
terburu-buru tanpa pikir panjang. Karena itu Paulus menasihati jemaat
yang ada di Roma, dikatakan "...sabarlah dalam
kesesakan,..." Sabar dalam kesesakan artinya ketika sedang dalam
masalah, kesulitan, tantangan atau beban dan pergumlan hidup, kita tidak lagi
bersungut-sungut atau mengeluh. Namun kita selalu memiliki penyerahan
diri penuh kepada Tuhan.
Semua persoalan yang terjadi kita
sandarkan kepada Tuhan dalam rencana dan kehendakNya.
Sabar dalam kesesakan juga berarti kita mau menunggu waktu Tuhan untuk
dinyatakan bagi kita. Jadi kita tidak akan pernah mengambil jalan pintas
dan menuruti kemauan kita sendiri. Sebaliknya kita akan rela dan tekun
menantikan waktu Tuhan tanpa harus mempersoalkan apakah masa penantian itu
cepat atau lambat. Seperti yang dikatakan Daud, "...semua
orang yang menantikan Engkau takkan mendapat malu;" (Mazmur
25:3a).
Orang yang sabar menantikan waktu
Tuhan dalam hatinya dan selalu ada ucapan syukur; ia mengucap syukur
bukan untuk penderitaan atau kesesakan yang menimpanya, tetapi untuk penyertaan
dan kasih setia Tuhan yang senantiasa dinyatakan dalam hidupnya. Ketika
Tuhan menyertai hidup kita di sepanjang hari, segala perkara dapat kita atasi
dan lalui, karena "...Allah turut bekerja dalam segala sesuatu
untuk mendatangkan kebaikan..." (Roma 8:28). Itulah
sebabnya FirmanNya mengajar kita untuk tetap bersukacita karena ada pengharapan
di dalam Tuhan. Seperti seorang wanita yang sakit pendarahan selama 12 tahun, menghabiskan
banyak hartanya untuk menjalani pengobatan ternyata tidak memberikan hasil
seperti yang diharapkan. Namun ketika
wanita ini mendengar tentang segala pelayanan yang dilakukan Tuhan Yesus,
muncullah dalam dirinya iman dan
pengharapan akan kesembuhan. Dan pada waktu wanita ini mendengar bahwa Yesus
akan melewati daerah tempat tinggalnya, dengan Iman dan pengharapan itu menjadi
nyata ketika dia menyentuh jubah Yesus.
Jemaat yang di kasihi Tuhan
Kesabaran wanita ini selama 12 tahun
menjadi teladan bagi kita untuk sabar dalam masa-masa kesesakan, termasuk kita dalam kondisi Menyebarnya
Virus Covid19 yang mana banyak hal yang mengharuskan kita untuk sabar seperti,
sabar untuk tdak keluar rumah, sabar mengikuti anjuran pemerintah, sabar untuk
tdak beraktifitas seperti biasany dan lain lain sbagainya. Memang tidak
mudah menjalani masa-masa yang sukar,
tetapi pengharapan dalam Kristus akan memberikan kekuatan bagi kita
untuk menanggungnya.
Tujukan mata kita kepada Yesus yang memampukan kita untuk sabar dalam masa sulit. FirmanNya dalam Ibrani 12:2 "Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah". Kesulitan atau pergumulan hidup itulah yang sebenarnya mendidik kita semakin kuat dan semakin bersyukur dalam menjalani hidup ini.
Tujukan mata kita kepada Yesus yang memampukan kita untuk sabar dalam masa sulit. FirmanNya dalam Ibrani 12:2 "Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah". Kesulitan atau pergumulan hidup itulah yang sebenarnya mendidik kita semakin kuat dan semakin bersyukur dalam menjalani hidup ini.
Jadi nasehat rasul Paulus untuk
bersabar dalam kesesakan maksudnya adalah supaya jemaat di Roma tetap tabah,
tenang, tahan dalam menghadapi cobaan dan ujian-ujian yang akan mereka hadapi
dalam masa-masa kesusahan. Hal ini sejalan dengan pengajaran Yesus kepada para pengikutnya
dalam ucapan Bahagia yang mengatakan:
"Berbahagialah kamu , jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan
kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena
upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang
sebelum kamu" (Matius 5:11-12). Penderitaan
dan kesesakan yang dialami oleh orang percaya akan menghasilkan upah yang besar
di sorga, bukan di dunia ini. Karena dunia ini fana dan bukan tempat tinggal
yang abadi bagi kita, karena di mana suatu waktu nanti akan kita tinggalkan
dalam kematian tubuh jasmani kita. Tetapi sorga yang mulia adalah tempat
tinggal kita yang abadi, di mana kita akan pergi ke sana dan memerintah bersama
Yesus Tuhan kita dalam kemuliaan untuk selama-lamanya. Inilah yang menjadi
pengharapan kita dalam mengikut Tuhan. Karena itu, biarlah kita tetap
sabar karena Tuhan akan memberikan kekuatan dan kesanggupan untuk
menghadapinya. Tuhan juga pasti akan memberikan pertolongan di batas kesabaran
yang telah ditetapkan-Nya. Tetaplah beriman dengan berkata: "Sekali Yesus,
tetap Yesus!"
III.
Bertekun
Dalam Doa/ Milikilah Ketekunan
dalam Doa
Jemaat yang
dikasihi Tuhan
Bertekun menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia adalah berkeras hati dan sungguh-sungguh serta tetap berpegang
teguh. Artinya tidak tergoyahkan, terus berpegang kepada pengharapan dalam
Kristus dan sungguh-sungguh hidup dalam pengharapan tersebut, serta memiliki
ketekunan didalam doa. Surat Efesus mengatakan“Dalam
segala doa dan permohonan. Berdoalah
setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan
permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang kudus” Efesus 6:18.
Doa menjadi bagian yang penting
bagi orang percaya, tetapi kesetiaan dan ketekunan dalam berdoa terkadang
menjadi hal yang tidak mudah. Ada banyak faktor penyebab orang tidak tekun
berdoa. Alasan utama orang tidak tekun berdoa, karena merasa doanya tidak
dijawab Tuhan juga atau terlalau lama jawaban doa dari Tuhan, atau mungkin
karena faktor penyebab lainnya.
Jemaat yang dikasihi Tuhan.
Untuk mengalami kemenangan dalam
kondisi apapun, maka kita perlu bertekun dalam doa. Bertekun dalam doa dapat
diartikan “terus berdoa atau tak
berkeputusan” atau “setia berdoa.” Kehidupan
Kristen yang normal itu identik dengan kehidupan yang bertekun dalam doa. Namun
tidak berarti bahwa berdoa kemudian menjadi satu-satunya kegiatan kita
(sekalipun pada bagian lain, Rasul Paulus mengatakan, “tetaplah berdoa” atau, “berdoalah
tanpa henti” (1Tes. 5:17). Bertekun dalam doa, tidak jemu-jemu, siang dan
malam, tidak akan pernah sia-sia. Ada kalanya jawaban Tuhan tidak akan segera
datang. Mungkin waktunya belum tepat, mungkin Tuhan ingin menguji keteguhan dan
ketekunan kita, tapi pada saatnya, Tuhan akan menolong dan memberkati kita
sesuai janji-janjiNya. Itu adalah sebuah kebenaran yang sifatnya pasti.
Ketika kita bertekun dalam doa mengajarkan bahwa kita
tidak sanggup menghadapi hidup di dunia ini dengan kekuatan sendiri, bertekun
dalam doa mengarahkan kita untuk bersikap berserah dan berharap pada Allah dan
bergantung pada kekuatan dan pertolongan serta belas kasih-Nya. Kekuatan doa
biasanya tidak langsung terlihat dengan kasat mata, tetapi orang-orang yang
biasa mengandalkan kekuatan dan pertolongan Tuhan dapat melihat kedahsyatan dan
keajaiban dari kekuatan doa, yang sesungguhnya merupakan demonstrasi kasih dan
kebaikan Tuhan. Seperti seorang janda dalam perumpamaan Tuhan Yesus, yang terus
menerus minta pembelaan dari seorang hakim pada akhirnya Sang Hakim bersedia
membela perkaranya. Sekalipun hakim itu tidak takut terhadap siapapun tetapi
karena ketekunan janda ini akhirnya memutuskan untuk membelanya. Tuhan akan
membenarkan orang pilihan-Nya yang terus berdoa dalam ketekunan.
Jemaat yang diberkati Tuhan
Kekuatan doa tidak hanya untuk menghasilkan jawaban
doa, tetapi juga membentuk orang yang berdoa memiliki karakter Kristus dalam
dirinya. Semakin banyak berdoa, maka semakin intim hubungan kita dengan Tuhan
dan keintiman itu akan mengubah diri kita menjadi semakin serupa dengan
Kristus.
Apaklah yang menjadi
beban hidup kita saat ini? Datanglah pada Kristus dan jangan pernah untuk
berhenti berharap pada-Nya. Karena orang-orang yang berharap pada Tuhan tidak
akan pernah dikecewakan, mujizat selalu tersedia bagi orang yang berharap
pada-Nya. Percayalah terus kepada Kristus sekalipun saat ini kita belum
menemukan jalan keluar. Teruslah bertekun dalam doa, karena lewat doa roh kita
akan selalu diberi kekuatan, sukacita dan hadirat Tuhan akan mewarnai hidup
kita. Hindarilah ketidaksabaran yang bisa mengarahkan kita kepada rupa-rupa
kesesatan ketika kita memilih untuk mencari alternatif atau jalan pintas yang
bisa membinasakan. Adalah jauh lebih penting untuk membina hubungan karib
dengan Tuhan, dan sarana untuk itu adalah melalui doa. Oleh sebab itu tetaplah
bertekunlah berdoa tanpa jemu-jemu. Sejauh mana kita mampu bergantung dan mau
mengandalkan Tuhan akan terukur atau terlihat dari kesetiaan kita dalam berdoa.
"Marilah kita teguh berpegang pada
pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia."
(Ibrani 10:23). Tetaplah berharap,sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah
di dalam doa.
Jemaat yang dikasihi Tuhan
Apa pun beban hidup kita saat ini, datanglah kepada
Tuhan Yesus dan tetaplah berharap kepada-Nya. Apabila saat ini kita menghadapi
berbagai permasalahan, baik itu dalam keluarga, pekerjaan, maupun pelayanan,
tetaplah berdoa. Percayalah Tuhan akan menyelesaikan segala permasalahan kita.
Teruslah bertekun dalam doa. Kekuatan yang kita temukan dalam doa akan
menumbuhkan kesabaran dan ketekunan kita. Biarlah ketika Tuhan menggenapi janji
pertolongan-Nya, hal itu bisa menjadi kesaksian bagi kemuliaan-Nya. Agar orang
banyak dapat melihat pengharapan dalam Kristus dan mereka pun bangkit di
dalam-Nya. Saat itulah, revival/Kebangkitan dapat dinyatakan dengan dahsyat. Tetap
berdoa dan terus menerus bersandar serta bersekutu dengan Bapa di sorga di
dalam nama Tuha Yesus. Doa akan membuat kerohanian kita selalu terjaga untuk
menyongsong kedatang Kristus untuk kedua kali. Biarlah Frman ini menjadi berkat
bagi kita sekalian. Amin.
